Protokol Kesehatan Belajar Tatap Muka Banyak Diabaikan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments
Covid-19 I Doni Monardo Jadi Relawan Uji Vaksin

Protokol Kesehatan Belajar Tatap Muka Banyak Diabaikan

Protokol Kesehatan Belajar Tatap Muka Banyak Diabaikan

Foto : Sumber: Covid19.go.id
A   A   A   Pengaturan Font
Pemerintah pusat mengizinkan pembukaan sekolah tatap muka dengan sejumlah syarat yang ketat.

 

JAKARTA – Sejumlah dae­rah mengabaikan persyaratan-persyaratan ketat yang harus dipenuhi saat memberlakukan pembelajaran tatap muka di daerah zona hijau dan kun­ing. Akibatnya, bermunculan klaster baru di sekolah-sekolah pascapembelajaran tatap muka.

“Apabila terjadi klaster atau kasus baru di dalam sekolah, itu tentunya terkait dengan proses pembukaan yang mung­kin belum sempurna dalam melakukan simulasinya,” kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, dalam keterangan pers daring dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (13/8).

Wiku menegaskan pemerin­tah mengizinkan pembukaan sekolah tatap muka dengan sejumlah syarat yang ketat. Jika masih terjadi penularan, Wiku menilai syarat-syarat tersebut belum dijalankan dengan baik.

Wiku mengingatkan pemerintah daerah bahwa proses pembukaan sekolah tatap muka harus dilakukan secara bertahap melalui sejumlah proses. Proses tersebut mulai dari prakondisi hingga menen­tukan waktu yang tepat kapan sekolah sebaiknya dibuka.

Kemudian, prioritas menen­tukan mana sekolah yang harus dibuka dahulu dan mana yang belum boleh dibuka. Lalu, ha­rus ada konsultasi dan koordi­nasi antara satgas daerah dan satgas pusat. Terakhir, moni­toring dan evaluasi juga harus terus dilakukan selama proses pembelajaran tatap muka.

Tiap sekolah juga perlu melakukan persiapan untuk memastikan protokol kesehat­an terus dijalankan baik oleh guru dan siswa. Ini juga terma­suk sarana transportasi siswa saat menuju sekolah. “Kalau itu semua dilakukan dengan baik seharusnya tidak terjadi klaster-klaster di sekolah atau mana pun juga,” ujar Wiku.

Sebelumnya, akun Twitter @laporcovid membeberkan sejumlah klaster yang terjadi di lingkungan pendidikan setelah pemerintah mengizinkan pembelajaran tatap muka di zona hijau dan kuning.

Bentuk Komitmen

Pada kesempatan itu, Wiku juga menyampaikan bahwa Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mendaftarkan diri sebagai relawan calon vaksin Covid-19 pada uji klinis ketiga.

“Kami ingin menyampai­kan kabar penting bahwa Ketua Satgas penanganan Co­vid-19, Doni Monardo, telah mendaftarkan diri sebagai relawan uji klinis vaksin Co­vid-19,” kata Wiku.

Langkah ini dilakukan Doni dalam rangka mendukung upaya pembuatan vaksin yang nantinya digunakan untuk ma­syarakat Indonesia agar terhin­dar dari penularan Covid-19.

“Ini adalah bentuk komit­men pemerintah mendukung bahwa kita berupaya keras untuk mendukung memberi­kan upaya maksimal kepada seluruh rakyat Indonesia melalui program vaksinasi,” ucap Wiku.

Penyuntikan vaksin per­dana dalam rangka uji klinis ketiga telah dimulai di RS Pen­didikan Unpad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8). Acara tersebut disaksikan langsung Presiden Joko Widodo.

Gubernur Jawa Barat, Rid­wan Kamil, juga turut menjadi relawan uji klinis tahap ketiga calon vaksin tersebut. Calon vaksin tersebut merupakan proyek kerja sama Indone­sia melalui PT Bio Farma dengan perusahaan medis asal Tiongkok yakni Sinovac.

Selain dilakukan di Indo­nesia, uji klinis tahap ketiga calon vaksin dari Sinovac juga dilakukan di Brasil dan Bangla­desh. n fdl/jon/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment