Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments
Prospek Saham 2018 - Permintaan Rumah Pertama Selalu Ada pada Tahun Depan

Properti Tunggu Sentimen Positif

Properti Tunggu Sentimen Positif

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Bila Pilkada serentak dan Pilpres 2019 sesuai ekspektasi pasar, permintaan properti pada 2018 akan kembali meningkat.

JAKARTA – Sektor properti bakal membaik seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh menguatnya daya beli masyarakat dan tren suku bunga rendah. Analis Bahana Sekuritas, Renaldy Effendy, mengatakan pre-sales 2018 akan naik di kisaran 10 persen–12 persen, dari perkiraan tahun ini yang diproyeksikan mencatat sekitar 5 persen. “Saat ekonomi menguat maka yang pertama kali membaik akan terlihat pada harga komoditas, selanjutnya konsumsi menguat, penjualan otomotif beranjak naik dan yang terakhir akan berdampak pada sektor properti,” kata Renaldy secara tertulis, kemarin.

Namun, lanjut dia, seberapa kuat pulihnya sektor properti masih menanti sentimen positif dari Pilkada serentak yang akan berlangsung pada tahun ini, dilanjutkan dengan pemilihan presiden 2019. Artinya, bila Pilkada serentak berjalan dengan baik dan Pilpres 2019 berjalan sesuai dengan ekspektasi pasar, Bahana meyakini permintaan properti akan kembali meningkat meski tidak bisa langsung sekuat 2013–2014. “Sebab, permintaan atas rumah pertama pasti selalu ada meski memang berdasarkan survei yang kami dilakukan, dari 41 proyek properti yang ada di Jawa, sekitar 60 persen dijual dengan harga di bawah satu miliar rupiah, sekitar 30 persen dijual dengan harga berkisar antara 1–3 miliar rupiah dan hanya sekitar 10 persen yang dibangun dengan kisaran harga di atas tiga miliar rupiah,” jelasnya.

Bahana memberikan rekomendasi beli untuk perusahaan berkode saham CTRA ini dengan target harga 1.800 rupiah per lembar saham karena perseroan memiliki land bank yang besar dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, jadi ketika pelemahan penjualan di satu daerah terjadi, bisa ditutupi oleh daerah lainnya. Saat ini, Ciputra masih memiliki land bank sekitar 1.800 ha dan 5.000 ha untuk rencana pengembangan dengan pola kerja sama operasi dengan pihak ketiga atau pemilik tanah. Pola kerja sama ini membuat Ciputra menjadi salah satu perusahaan yang memiliki net gearing rendah karena tidak membutuhkan belanja modal yang besar untuk membeli lahan. Selain itu, Bahana memberikan rekomendasi beli atas saham perusahaan yang berkode saham BSDE dengan target harga 2.090 rupiah per lembar saham karena ketersediaan land bank perseroan sekitar 4.800 ha yang banyak tersebar di BSD City.

Cukup Menjanjikan

Dihubungi terpisah, Kepala Riset, Ekonom & Advisory PT PPA Kapital, Ferry Latuhihin, mengatakan secara sektoral melihat pertumbuhan kredit bank yang masih single digit, sektor properti cukup menjanjikan di semester dua 2018. Namun, sektor otomotif masih tetap flat, begitu juga dengan sektor manufaktur. “Telekomunikasi cukup menjanjikan. Pertambangan masih bullish di 2018 karena pertumbuhan ekonomi global, pembatasan suplai dari OPEC dan tensi politik Timur Tengah dan Korea Utara,” katanya. Ant/AR-2

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment