Priyanka Chopra Dituduh Pro Perang Nuklir India-Pakistan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 10 2019
No Comments

Priyanka Chopra Dituduh Pro Perang Nuklir India-Pakistan

Priyanka Chopra Dituduh Pro Perang Nuklir India-Pakistan

Foto : SUJIT JAISWAL / AFP
A   A   A   Pengaturan Font

Aktris Priyanka Chopra dituduh telah mendorong perang nuklir oleh seorang perempuan asal Pakistan, saat bintang film itu menjadi pem­bicara di BeautyCon di Los Angeles Amerika Serikat.

Chopra, yang juga seorang Good­will Ambassador untuk PBB, men­dapat serangan verbal dari salah se­orang peserta diskusi di BeautyCon, bernama Ayesha Malik, dikutip dari The Guardian, Selasa (13/8).

Percakapan tersebut tertangkap kamera. Malik menuduh Chopra munafik saat sedang membahas ke­manusiaan. Malik mengutip cuitan Priyanka Chopra pada 26 Februari lalu, di mana sang aktris menulis "Jai Hind" yang berarti "kemenangan untuk India", di tengah kondisi yang memanas antara India dan Pakistan.

“Anda seorang duta Unicef untuk perdamaian dan Anda mendukung perang nuklir terhadap Pakistan. Tidak ada yang menang dalam hal ini. Sebagai seorang Pakistan, jutaan orang seperti saya sudah mendu­kung Anda di Bollywood," kata Malik.

The Guardian melaporkan se­orang petugas berusaha mengambil pengeras suara dari Malik, namun, Chopra, meminta Malik untuk meneruskan omelannya.

Chopra kemudian menjawab dia seorang patriotik dan dia tidak mendukung perang. “Perang adalah sesuatu yang tidak saya sukai, tapi, saya seorang patriotik. Saya pikir kita semua berada di sejenis jalan tengah, dan kita harus menjalan­inya," kata Chopra.

"Cara Anda datang ke saya hari ini, jangan berteriak-teriak. Kita semua di sini untuk kasih sayang. Jangan berteriak. Jangan memper­malukan diri Anda sendiri," kata Chopra lagi.

Chopra menutup pembicara­an tersebut dengan "terima kasih untuk antusiasme, pertanyaan dan pendapat Anda".

Seperti diketahui India dan Pa­kistan terlibat dalam konfrontasi atas wilayah Kashmir. Ant/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment