Prinsip Hidup Sukses ala Orang Jepang | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Prinsip Hidup Sukses ala Orang Jepang

Prinsip Hidup Sukses ala Orang Jepang

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : Kaizen
Penulis : Asti Musman
Penerbit : Psikologi Corner Yogyakarta
Cetakan : Agustus, 2019
Tebal : viii + 296 Halaman
ISBN : 978-623-7324-05-8

Penduduk Jepang telah banyak mempelajari prinsip hidup. Salah satunya yang paling terkenal, prinsip Kaizen, yang merupakan budaya kehidupan yang telah mendarah daging. Kaizen terdiri dari dua kata “kai” artinya perubahan dan “zen” bermakna baik. Jadi, kaizen dapat diartikan sebagai perubahan ke arah lebih baik (halaman 3).

Kaizen adalah kegiatan sehari-hari untuk melampaui peningkatan produktivitas. Filosofi ini menganggap bahwa cara hidup, baik kerja, bersosial, maupun rumah tangga perlu disempurnakan setiap saat. Prinsip ini juga diterapkan pada setiap karyawan agar lebih berorientasi pada pemeliharaan dan penyempurnaaan keahlian.

Pada tahun 1868, pemerintah baru Jepang melalui Kaisar Meiji mengumumkan falsafah negara baru yang isinya melibatkan seluruh masyarakat agar proaktif mengejar cita-cita demi kejayaan negara. Pemerintah juga minta seluruh rakyat membuang tradisi lama serta aktif mengejar ilmu dari seluruh dunia.

Adapun pendidikan di Negeri Sakura di antaranya belajar disiplin dan tepat waktu dalam segala hal. Keterlambatan bukanlah biasa. Ajaran ini bahkan juga dicantumkan dalam buku pelajaran SD kelas 4 yang mengisahkan tentang kesuksesan seseorang karena sikap menghargai waktu.

Sebelum perang dunia pertama, Jepang merupakan negara agraris. Namun setelah perang, Jepang beralih menjadi negara industri dan mulai mengampanyekan pola hidup modern. Hidup hemat dan efisien dibahas secara konkret hingga mendetail seperti pakaian dan perabot rumah tangga pun diatur sedemikian rupa. Pemerintah Jepang juga mengampanyekan taktik menekan pemborosan utama pada upacara pernikahan, berkabung, dan ritual rutin tahunan. Sering kali upacara-upacara tersebut dijadikan ajang pamer (halaman 39).

Beberapa poin penting dalam proses penerapan kaizen yaitu konsep 3M (muda, mura, dan muri). Muda adalah mengurangi pemborosan. Mura mengurangi perbedaan, dan muri mengurangi ketegangan. Kaizen juga menerapkan gerakan 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, dan shitsuke). Gerakan 5S diterjemahkan sebagai ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin. Melalui gerakan 5S, orang Jepang berlatih menjadi pribadi berkualitas, melakukan sesuatu dengan benar, meskipun tidak ada yang melihat.

Dalam bidang industri, ada delapan kunci utama pelaksanaan kaizen yaitu menghasilkan produksi tepat waktu, memproduksi dalam jumlah kecil, menghilangkan pemborosan, memperbaiki aliran produksi, dan menyempurnakan kualitas produk. Kemudian, menjadi orang-orang yang tanggap, menghilangkan ketidakpastian, dan pemeliharaan jangka panjang. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk melangkah ke arah kaizen dimulai dari diri sendiri. Bertanya pada diri sendiri agar dapat menentukan langkah pertama yang akan dilakukan dalam mencapai cita-cita demi menuju langkah-langkah lainnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, orang Jepang selalu berprinsip untuk terus belajar sebagai refleksi diri (hansei) dan pengembangan diri tanpa henti (kaizen). Elemen kunci dalam kaizen mau belajar merupakan sebuah proses tidak pernah ada kata akhir. Proses belajar dapat dimulai dari memperbaiki ego. Orang Jepang percaya, dengan melepaskan diri dari suatu keadaan, akan dapat memahami keadaan secara lebih mendalam.

Refleksi diri (hensei) dapat diartikan sebagai bersikap sederhana ketika mencapai keberhasilan. Bagi orang Jepang, langkah pertama untuk sebuah kesuksesan adalah kesadaran diri. Kita harus terlebih dulu tahu kesalahan sendiri untuk memperbaiki di masa depan. Hal ini juga dapat diterapkan di bidang bisnis. Orang Jepang percaya, kesuksesan merupakan sebuah proses yang tidak pernah berakhir. Akan selalu ada tantangan menunggu untuk lebih sukses di masa depan. Diresensi Cindy Paramita Citradevi, Guru IPA SMK N 4 Yogyakarta

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment