Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Hubungan Bilateral

Presiden Xi Jinping Kunjungi Nepal

Presiden Xi Jinping Kunjungi Nepal

Foto : AFP/PRAKASH MATHEMA
SALAM PERPISAHAN | Presiden Nepal, Bidhya Devi Bhandari (kanan) saat mengantar kepulangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, di Kathmandu, pada Minggu (13/10). Kunjungan Xi ke Nepal amat bersejarah karena selama 23 tahun terakhir belum ada pemimpin Tiongkok yang menginjakkan kaki di negara ini.
A   A   A   Pengaturan Font

KATHMANDU – Presiden Tiongkok, Xi Jinping, pada Sab­tu (12/10) melakukan kunjun­gan ke Nepal. Kunjungan ini amat bersejarah karena selama 23 tahun terakhir belum ada pe­mimpin Tiongkok yang mengin­jakkan kaki ke negara ini.

Presiden Xi singgah ke Ne­pal setelah sebelumnya selama dua hari berada di India. Se­lama di Kathmandu, Presiden Xi diperkirakan akan memba­has proyek infrastruktur Jalan Sutera Baru yang kontroversial dengan Presiden Nepal, Bidhya Devi Bhandari.

“Saya ingin meningkatkan hubungan Tiongkok-Nepal. Meningkatkan konektivitas an­tara dua negara untuk meraih lebih banyak keuntungan ba­gi rakyat masing-masing,” kata Presiden Xi setiba di Kathman­du seperti dikutip dari kan­tor berita Xinhua. “Amat pent­ing bagi kita untuk mengadop­si perspektif yang strategis dan jangka panjang serta membuat cetak biru bagi hubungan bilat­eral untuk membawa hubun­gan ini ke tahap yang baru di era masa ini,” imbuh Presiden Tiongkok itu.

Tiongkok mengintensifkan kehadirannya di negara-nega­ra miskin di Himalaya dengan mengucurkan bantuan jutaan dollar AS untuk proyek-proyek seperti pembangunan jalan dan bendungan.

Pada 2017, Nepal menek­en inisiatif Jalur Sutera Baru (Belt and Road initiative) yang merupakan program mega­proyek infrastruktur Tiongkok yang meliputi pembangunan jalan raya dan bandara di ban­yak negara termasuk Nepal.

“Jaringan konektivitas trans-Himalaya sedang diupayakan dan proyek ini bukan semata untuk kepentingan dua nega­ra, namun juga wilayah seki­tarnya,” tulis Presiden Xi di se­buah media cetak di Napal yang terbit sebelum kunjungan Presiden Tiongkok itu.

Kunjungan Presiden Xi dis­ambut baik oleh Menteri Luar Negeri Nepal, Pradeep Gyawa­li, yang menyebut bahwa kun­jungan itu sebagai momentum bersejarah. “Prioritas kami yai­tu menciptakan peluang-pelu­ang bagi Nepal yang bersiner­gi dengan program pemban­gunan Tiongkok dan kami pun fokus terhadap konektivitas bi­lateral,” kata Menlu Gyawali.

Walau belum ada kepas­tian soal agenda penandatan­ganan kerja sama, namun di­harapkan kedua negara akan meneken kesepakatan investa­si pembangunan proyek jalan, terowongan, dan bendungan. Namun agenda yang amat di­nantikan yaitu tentang kepas­tian soal proyek jalan kere­ta dari perbatasan Tiongkok menuju Kathmandu yang ter­ganjal masalah pendanaan ser­ta tekad Nepal yang tak mau terjebak utang karena komit­mennya dengan Tiongkok.

Isu Tibet

Sebelum Xi tiba di Nepal, sudah terjadi aksi menolak ke­datangan Presiden Tiongkok itu. Menurut LSM Internation­al Campaign for Tibet, sekitar 18 orang ditangkap karena ak­sinya itu.

Nepal adalah negara yang menampung sekitar 20 ri­bu warga Tibet yang mengas­ingkan diri setelah pada 1959 terjadi penumpasan revolu­si di Tibet oleh tentara Tiong­kok. Akibat penumpasan itu, pemimpin spiritual Tibet, Da­lai Lama, mengasingkan diri ke India hingga saat ini.

Saat ini Beijing sedang menekan pemerintah Ne­pal atas aktivitas puluhan ribu warga Tibet apalagi Kathman­du sangat berharap datang­nya investasi terutama bidang energi dan infrastruktur dari Tiongkok saat ini karena pada faktanya mereka adalah nega­ra bertetangga. ang/AFP/I-1

Tags
Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment