Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
Politik AS

Presiden Trump Tinggalkan Pertemuan dengan Demokrat

Presiden Trump Tinggalkan Pertemuan dengan Demokrat

Foto : Sumber: Congressional Research Service - AFP/ANTHONY WALLACE
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meninggalkan per­temuan dengan para petinggi Partai Demokrat saat negosiasi mengenai penutupan sebagian lembaga pemerintahan (govern­ment shutdown) tengah berlang­sung di Situation Room, yang berada di ruang bawah tanah di bagian sayap barat Gedung Pu­tih, Washington DC, Rabu (9/1).

Ketua Fraksi Demokrat di Senat, Chuck Schumer, meng­ungkapkan Trump bangkit dan pergi begitu saja ketika Ketua DPR, Nancy Pelosi, me­nyatakan tidak akan menyetu­jui pendanaan proyek tembok perbatasan AS-Meksiko.

Sebelumnya, Trump ber­keras bakal menyetujui rencana anggaran dana operasional un­tuk sejumlah lembaga peme­rintahan jika mencakup ang­garan dana 5,7 miliar dollar AS atau sekitar 80,5 triliun rupiah untuk membangun barikade baja. “Dia bertanya kepada Ke­tua DPR, Pelosi, apakah Anda akan menyetujui tembok saya? Kemudian, dia (Pelosi) berkata tidak,” kata Schumer.

Setelah itu, Trump berdi­ri dan berjalan keluar. “Dan dia (Trump) langsung berdiri dan berkata, tiada yang perlu kita diskusikan. Kemudian, dia langsung berjalan keluar. Lagi-lagi kita melihat tingkah mera­juk karena dia tidak mendapat apa yang dia inginkan,” papar Schumer.

Schumer menambahkan, Trump sempat menggebrak meja sebelum keluar dari ru­ang rapat di Gedung Putih. Namun, anggota Kongres dari Partai Republik, Steve Scalise, membantah. Menurutnya, ti­dak ada orang yang mengge­brak meja saat itu.

Sementara itu, Nancy Pelosi mengatakan pertemuan itu ti­dak berlangsung lama.

Trump juga membenarkan bahwa dia minggat dari per­temuan yang juga dihadiri para pemimpin Republik. “Baru saja meninggalkan pertemuan de­ngan Chuck dan Nancy, mem­buang-buang waktu saja.

Saya bertanya apa yang akan terjadi dalam 30 hari jika saya dengan cepat membuka pemerintahan, apakah Anda akan menyetujui keamanan perbatasan yang mencakup tembok baja? Nancy Pelosi ber­kata, tidak. Saya mengucapkan selamat tinggal, tidak ada yang hasilnya!” kicau Trump.

Sedangkan Wakil Presiden, Mike Pence, menuturkan ke­pada para wartawan bahwa dirinya kecewa terhadap Partai Demokrat. “Mereka tidak ber­sedia terlibat dalam negosiasi dengan iktikad baik,” katanya.

Kevin McCarthy selaku ke­tua Fraksi Republik di DPR, me­nyebut perilaku petinggi Partai Demokrat memalukan.

Penutupan sembilan lem­baga pemerintahan AS sudah berlangsung selama 19 hari. Akibatnya, sekitar 800.000 pegawai negeri sipil tidak digaji dan layanan di sembilan lem­baga tersebut praktis berhenti.

Di media sosial, sejumlah pegawai negeri membagikan cerita sulit membayar tagihan dan kesulitan lainnya akibat penutupan lembaga pemerin­tah. Beberapa di antara mereka kini mempertimbangkan untuk mencari kerja lain agar keperlu­an sehari-hari bisa tercukupi.

Jajak pendapat terbaru me­nunjukkan 51 persen rakyat AS menyalahkan Presiden Trump atas penutupan lembaga pe­merintahan. Namun, 77 persen pemilih Partai Republik men­dukungnya atas proyek pemba­ngunan tembok perbatasan. AFP/SB/BBC/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment