Koran Jakarta | August 18 2018
No Comments
Pengangkatan Pejabat

Presiden Tambah Empat Staf Khusus

Presiden Tambah Empat Staf Khusus

Foto : ANTARA/Ahmad Subaidi
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menambah empat orang Staf Khusus (Stafsus) dari berbagai kalangan profesional agar bisa membantu kinerjanya dalam menangani berbagai persoalan yang ada. Keempat Staf Khusus yang baru tersebut duantaranya Abdul Ghofarrozin, Siti Ruhaini Dzuhayatin, Adita Irawati, dan Ahmad Erani Yustika. Pengangkatan mereka berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres). “Keppres sudah ditandatangani dan berlaku.

Enggak perlu dilantik, sudah mulai kerja,” kata Sekertaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/5). Empat staf khusus tersebut, lanjut dia juga sudah melakukan koordinasi dengan Mensesneg Pratikno dan dirinya. Karena, administrasi manajerial keempatnya berada di bawahnya.

”Harapannya staf khusus bisa membantu presiden karena yang dipilih secara operasional membantu di lapangan,” ucap dia. Pramono lalu merinci posisi keempatnya. Pertama adalah Staf Khusus Presiden Abdul Ghofarrozin yang merupakan putra dari Almarhum KH. Ahmad Sahal Mahfud, Rais Aam PBNU di kepemimpinan KH Said Aqil periode pertama.

“Staf Khusus ini akan mendampingi Presiden ketika beliau berkunjung ke pondokpondok Pesantren, Madrasah, ke lingkungan-lingkungan yang seperti itu,” ujar Pramono. Kedua, Siti Ruhaini Dzuhayatin yang merupakan tokoh Islam sekaligus aktivis hak asasi manusia. “Dia menjadi Staf Khusus Presiden untuk keagamaan yang bersifat internasional,” tuturnya.

Selanjutnya, ketiga, mantan Vice President Corporate Communications PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), Adita Irawati. Menurut Pramono, Adita akan membantu Presiden membenahi komunikasi yang ada di Kementerian dan Lembaga. “Adita harus menyampaikan kepada publik, tapi tergantung perintah Presiden.

Secara prinsip, Adita diminta untuk melakukan pembenahan komunikasi, terutama di K/L,” jelasnya. Terakhir, yang keempat adalah Ahmad Erani Yustika yang diangkat jafi Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi. Erani sendiri sebelumnya menjabat sebagai direktur jenderal di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. “Beliau memahami masalah dana desa sehingga diperlukan, selain berkaitan ekonomi, bagaimana dana desa yang meningkat, sekarang 60 triliun rupiah. Ia pakar di bidang itu,” tutupnya. fdl/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment