Koran Jakarta | November 18 2017
No Comments
Pendidikan Nasional

Presiden Pertimbangkan Dana Desa untuk Perpustakaan

Presiden Pertimbangkan Dana Desa untuk Perpustakaan

Foto : ANTARA/Basri Marzuki
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mempertimbangkan permintaan dana desa untuk membangun perpustakaan sehingga bisa menumbuhkan minat baca masyarakat di desa- desa terpencil.

“Tadi sudah disampaikan Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai dana desa untuk perpustakaan, akan saya urus masalah ini,” kata Presiden saat meresmikan Gedung Perpustakaan Nasional di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (14/9).

Jokowi juga terus mendorong para pegiat literasi, yaitu kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis, untuk terus meningkatkan minat baca masyarakat.

“Untuk pegiat-pegiat literasi, saya dulu pernah janji setiap tanggal 17, setiap bulannya, pengiriman buku atau hal-hal yang berkaitan dengan literasi digratiskan. Berjalan nggak, kalau nggak berjalan, ada yang saya jewer nanti,” kata Presiden.

Jokowi mengatakan bahwa jika programnya ini mudah untuk mengecek jika tidak berjalan, yakni dengan menanyakan langsung kepada para pegiat literasi saat bertemu seperti saat ini. “Ngeceknya gampang, pas ketemu gini, saya tanya jalan nggak, kalau jalan baik,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Presiden juga meminta Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk pendistribusian jurnal internasional ke seluruh perguruan tinggi dipusatkan melalui perpustakaan nasional.

“Ini kita hitung lebih efisien, murah. Kalau bisa jangan sendiri- sendiri, sekarang semuanya kalau terintegrasi seperti itu jadi mudah, dan ya kalau kita ke sini kita lihat gedungnya seperti ini,” kata Presiden.

Jokowi mengatakan bahwa saat ini eranya terobasan-terobosan digital dan destruktif innovation sudah banyak terjadi di berbagai bidang dan semua hal bergerak, berkembang dengan cara tidak diduga, inovasinya cepat sekali.

“Kalau kita tidak ikut berubah, tidak cepat melakukan revolusi digital, ya ditinggal. Saya senang sekali Perpusnas sudah mulai melakukan pengembangan serbadigital, serba-elektronik, tadi saya diberitahu, akan ada eresources, e-book, e-journal, dan macam e-lainnya,” katanya.

Tertinggi di Dunia

Pada kesempatan itu, Presiden menyebut Gedung Perpustakaan Nasional yang baru memiliki 27 lantai dan telah diresmikan ini merupakan tertinggi di dunia untuk kategori gedung perpustakaan yang ada. “Perpustakaan Nasional ini dulunya hanya tiga lantai. Nggak ada yang mau datang ke sini, sekarang 27 lantai ‘plus basement’.

Jadi nggak kaget kalau gedung Perpustakaan Nasional ini tertinggi di dunia, untuk gedung perpustakaannya,” kata Presiden. Jokowi menyatakan kebanggaannya terhadap gedung ini karena sudah digagas oleh Presiden Soekarno sejak 65 tahun, namun baru bisa dikerjakan pada saat ini dengan memakai bentuk dari hasil lomba sehingga mendapatkan sebuah desain yang sangat baik.

“Ini dikerjakan dua tahun enam bulan dan selesai dengan kondisi yang sangat baik. Alhamdulillah, meskipun saya belum masuk, saya lihat luarnya saja, saya berkomentar sangat baik,” ujar Jokowi. fdl/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment