Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
Penegakan Hukum

Presiden Perintahkan Kapolri Usut Teror KPK

Presiden Perintahkan Kapolri Usut Teror KPK

Foto : ANTARA/ANDI FIRDAUS
OLAH TKP - Tim Gegana Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Ketua KPK Agus Raharjo, di Perumahan Graha Indah, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (9/1).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meme­rintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera mengusut secara tuntas pelaku teror kepada pimpinan Komisi Pemberan­tasan Korupsi (KPK).

“Kemarin siang sudah saya perintahkan langsung ke Kapolri. Karena ini menyang­kut intimidasi kepada aparat penegak hu­kum kita. Saya rasa tidak ada toleransi untuk itu, kejar dan cari pelakunya,” tegas Presiden usai meninjau Gudang Bulog di Kelapa Ga­ding, Jakarta Utara, Kamis (10/1).

Pemerintah, lanjut Presiden, juga sudah meminta kepada aparat keamanan untuk memberikan penjagaan kepada pimpinan KPK maupun penyidik lembaga antirasuah tersebut. “Tapi, kalau masih ada kejadian, ya cari agar semuanya menjadi jelas dan gam­blang siapa pelakunya,” kata Kepala Negara.

Meski terdapat teror-teror kepada pim­pinan maupun penyidik KPK, Presiden me­nyakini bahwa semangat KPK dalam membe­rantas korupsi di Indonesia tidak akan kendor. “Saya yakin pemberantasan korupsi tidak ken­dor dengan teror seperti ini,” tutup Presiden.

Bom Palsu

Sementara itu, kepolisian menyampaikan benda yang ditemukan di kediaman Ketua KPK, Agus Rahardjo, di Perumahan Graha Indah, Blok A9/15 RT 004/014, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, diduga merupakan bom pipa palsu.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Muham­mad Iqbal, mengatakan dari hasil pemerik­saan pusat laboratorium forensik (Puslabfor) Polri benda mencurigakan di dalam tas yang digantung di pagar kediaman Agus Rahardjo dipastikan bukan bom. “Polri menyimpul­kan bahwa yang ditemukan di lokasi kedia­man pimpinan KPK Pak Agus di Bekasi ada­lah bom palsu, fake bomb,” kata Iqbal.

Sementara untuk penyerangan rumah Laode M Syarif, Iqbal mengatakan satu dari dua bom yang dilemparkan tak meledak.

Iqbal mengimbau kepada masyarakat agar percaya kepada Polri untuk menangani kasus teror terhadap pimpinan KPK. “Yang paling penting mengimbau bahwa masyarakat ha­rus juga diberikan edukasi, ini adalah sebuah kriminalitas domainnya polisi,” tutur Iqbal. Ant/fdl/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment