Koran Jakarta | July 17 2019
No Comments
Kunjungan Kerja

Presiden Minta Warga Sumut Luruskan Fitnah dan Hoaks

Presiden Minta Warga Sumut Luruskan Fitnah dan Hoaks

Foto : ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY
HADIRI DOA SATUKAN NEGERI - Calon Presiden Joko Widodo berpidato dalam acara Doa Satukan Negeri di Gedung Serbaguna T Rizal Noordin, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (15/3). Capres nomor urut 01 itu mengajak relawan dan simpatisan untuk melawan kabar bohong atau hoaks yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
A   A   A   Pengaturan Font

DELI SERDANG – Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo, mengajak para pen­dukungnya tidak membiarkan fitnah dan hoaks berkembang di masyarakat. “Tolong segera diluruskan dan jangan dibiar­kan,” kata Jokowi saat meng­hadiri Zikir Akbar di Gedung Olahraga Serbaguna Tengku Rizal Noerdin, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (15/3) petang.

Ia menyebutkan, saat ini berkembang fitnah dan hoaks bahwa jika Jokowi-Ma’ruf menang di Pilpres 2019 maka pelajaran pendidikan agama di sekolah akan dihapus, juga berkembang hoaks akan dile­galkan zina, dilarang azan, dan perkawinan sejenis jika pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf terpilih.

“Negara kita negara dengan penduduk muslim ter­besar, siapa pun presidennya tidak akan berani, logikanya gak masuk. Tolong segera di­luruskan jangan dibiarkan,” kata Jokowi di hadapan ri­buan peserta zikir akbar yang sebagian besar ibu-ibu itu.

Dalam kesempatan itu, Jokowi berpesan kepada semua pemilih agar menyalur­kan suaranya.

“Kita ajak tetangga untuk datang ke TPS pada Rabu 17 April 2019, jangan sampai ada satu pun yang golput. Ber­bahaya sekali karena suara itu menentukan masa depan negara kita. Sambil diajak sambil dibisiki. Gak usah saya beritahu bisiki apa, tahu sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga meminta pendu­kungnya untuk menyosial­isasikan kartu sebagai salah satu program yang akan dilak­sanakan mulai 2020.

Mengaku Sedih

Sementara itu, saat meng­hadiri acara Doa Satukan Negeri, di Medan, Joko Wido­do mengaku sedih dengan kondisi saat ini. Perbedaan pandangan politik sering menjadi pemicu untuk tidak saling tegur, Seharusnya perbedaan itu disikapi dengan bijaksana.

“Saya sedih hanya karena beda pandangan politik, antara tetangga tidak tegur sapa. Itu ti­dak boleh terjadi,” katanya.

Ia mengatakan, sudah su­natullah banyak terdapat per­bedaan di dunia ini, termasuk di Indonesia. Itu tentunya ha­rus disikapi dengan tanpa ha­rus menjadi perpecahan.

“Perbedaan itu sudah su­natullah. Kita saja beda suku, adat, tradisi, maupun bahasa. Jangan itu menjadikan kita ter­pecah, tapi harus kita syukuri sebagai jalan untuk mensyu­kuri apa yang ada,” katanya.

Saat silaturahmi dengan masyarakat Tapanuli Raya di Lapangan Siborong-Sibo­rong, Tapanuli Utara, Jokowi minta kepada masyarakat Ta­panuli Raya bersatu kembali memenangkan dirinya dalam pilpres, 17 April 2019.

“Kita ingat di tahun 2014, Tapanuli Utara kita mendapat­kan 94 persen. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, tapi untuk 17 April 2019, maunya berapa? 100? Kalau enggak dapat 100, hati-hati. Janji ya,” kata Jokowi. fld/Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment