Koran Jakarta | June 26 2019
No Comments
Transportasi Publik

Presiden Minta Proyek MRT Fase II dan Fase III Dikebut

Presiden Minta Proyek MRT Fase II dan Fase III Dikebut

Foto : ANTARA/APRILLIO AKBAR
RESMIKAN MRT - Presiden Joko Widodo menyapa warga saat peresmian Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (24/3). MRT Fase I Bundaran HI-Lebak Bulus sepanjang 16 kilometer resmi beroperasi.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pembangunan Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) Jakar­ta dan sekitarnya merupakan kebutuhan mendesak. Un­tuk itu, Presiden Joko Widodo meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memper­cepat pembangunan MRT Fase II rute Bunderan HI-Kota Tua dan Fase III (East–West) rute Cikarang–Balaraja, setelah MRT Fase I rute Lebak Bulus– Bunderan HI resmi beroperasi.

“Tahun ini, sudah saya pe­rintahkan Pak Gubernur (Anies Baswedan) untuk memulai MRT yang rute Timur–Barat atau eastwest-nya,” kata Pre­siden saat meresmikan MRT Jakarta di Kawasan Bunda­ran HI, Jakarta, Minggu (24/3). Pada kesempatan itu, Presiden juga melakukan pencanang­an pembangunan MRT Fase II rute Bunderan HI–Kota dengan panjang 8,3 kilometer (km).

Presiden berharap dalam waktu 10 tahun dapat terba­ngun jalur MRT di wilayah Ja­karta dan sekitarnya. “Ini kita harapkan dalam 10 tahun se­panjang 231 km bisa kita sele­saikan,” katanya.

Jokowi menyebutkan ang­garan yang diperlukan untuk pembangunan 231 km MRT Jakarta dan sekitarnya itu mencapai 571 triliun rupiah. Anggaran itu termasuk untuk penataan ruang, penataan pe­mukiman, juga masalah yang berkaitan dengan drainase di dalam kota. Jumlah anggaran itu merupakan jumlah dana yang dibutuhkan untuk wila­yah Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

Ia menyebutkan pemerin­tah akan mengadopsi penye­lenggaraan transportasi publik yang baik. “Semua negara yang baik jadi contoh,” katanya.

Sementara itu, Menteri Per­hubungan, Budi Karya Sumadi, menyatakan proses pemba­ngunan Fase III diharapkan bisa mulai berjalan pada ta­hun ini maupun awal tahun 2020. “Insya Allah, tahun ini atau awal tahun depan kita akan mulai Fase III EastWest dari Cikarang, Bekasi sampai Balaraja, Tangerang,” katanya.

Dia menjelaskan, nantinya dengan adanya Fase I hingga Fase III maka MRT akan me­miliki panjang berkisar 100 km. “Pada saat sudah terbangun se­mua, kita memiliki MRT sepan­jang 100 km,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Uta­ma (Dirut) PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan pembangunan MRT Fase II su­dah lelang paket kontrak (con­tract package-CP) 200 untuk pembangunan gardu bawah tanah di Monumen Nasional (Monas). “Kita dalam proses pelelangan untuk CP 201 dari Bunderan HI sampai Harmoni, kemudian kita baru melakukan pelelangan paket-paket selan­jutnya, tahun ini,” kata William.

Dijelaskan, sekarang sedang proses pembebasan lahan util­itas sehingga MRT Jakarta fase kedua rute Bunderan HI–Kota diharapkan selesai pada 2024.

“Anggarannya 22,5 triliun rupiah, kita dapat pinjaman dari pemerintah Jepang,” kata Wiliam.

Tarif MRT

Terkait pengoperasian MRT Fase I rute Lebak Bulus–Bun­deran HI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan masih menunggu keputusan dari ke­sepakatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menge­nai tarif pada hari ini (25/3). “Meskipun sudah disepakati, tapi belum diketok (DPRD),” kata Gubernur Anies Baswedan.

Saat ini sudah ada pemba­ngunan 13 stasiun, dan selama bulan Maret dan April, MRT akan beroperasi dengan de­lapan rangkaian mulai pukul 05.30 WIB sampai 22.30 WIB. Sesudah bulan April, jumlah rangkaian ditingkatkan men­jadi 16, dan jam operasional ditambah dari pukul 05.00 WIB sampai 24.00 WIB. fdl/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment