Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Jelang Pembentukan Kabinet

Presiden Jokowi Pastikan Ada Putra Papua Jadi Menteri Lagi

Presiden Jokowi Pastikan Ada Putra Papua Jadi Menteri Lagi

Foto : ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY
BERSAMA ANAK PAPUA I Presiden Joko Widodo berjalan bersama anak-anak perwakilan siswa sekolah dasar di Jayapura dan Asmat, Papua, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10). Kedatangan anak-anak tersebut dalam rangka memenuhi undangan presiden, yang dulu berjanji mengajak mereka ke Istana Kepresidenan saat mengunjungi Jayapura dan Asmat.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengaku sudah me­nyelesaikan penyusunan na­ma-nama calon menteri yang akan masuk dalam Kabinet Kerja Jilid II 2019–2024. Dari nama-nama tersebut, Presiden memastikan akan ada putra asli Papua yang akan menjadi menteri.

“Sudah (selesai pemben­tukan kabinet). Saya pastikan ada (menteri dari Papua),” kata Presiden Jokowi di Ista­na Merdeka, Jakarta, Jumat (11/10).

Namun, Presiden Jokowi ti­dak mau menjelaskan berapa orang Papua yang akan duduk di Kabinet Kerja Joko Widodo- KH Ma’ruf Amin. “Nanti dili­hat,” ucap Presiden usai ber­cengkerama dengan anak-anak Papua korban banjir Sentani, Jayapura, di beranda Istana Merdeka.

Saat ditanya kapan peng­umuman menteri dilakukan, Presiden mengatakan hal ter­sebut bisa saja dilakukan sete­lah pelantikan. “Mungkin bisa hari yang sama, mungkin se­hari setelah pelantikan,” jaw­abnya.

Diketahui, pada Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Ka­lla, 2014–2019 terdapat seorang menteri asal Pa­pua, yakni Yo­hana Yembise. Yohana menjabat sebagai Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA). Se­lain itu, ada juga Staf Khusus Pre­siden Kelompok Kerja Papua, Le­nis Kogoya.

Tunaikan Janji

Sementara itu, Presiden Jokowi menunaikan janjinya mengundang sejumlah anak-anak asal Papua untuk berkun­jung ke Ibu Kota Negara, Ja­karta, sebagaimana yang telah disampaikan saat melakukan kunjungan meninjau banjir bandang Sentani pada Maret 2019 silam.

“Dulu, Pak Presiden bulan Maret janji, anak-anak yang ini waktu itu banjir di Sentani kan? Bapak waktu ke lapangan, ketemu, terus janji mau Ngun­dang (mengundang) ke Jakar­ta. Yang penting, satu janjinya Pak Presiden sudah ditepati,” katanya.

A n a k- a n a k yang hadir ber­asal dari Seko­lah Dasar Negeri (SDN) Inpres Kemiri, SDN In­pres Mbait, dan SD YPPK Agats, Papua. Mereka kompak meng­gunakan kaos berwarna merah dengan ikat ke­pala khas Papua. Hadir mendam­pingi Presiden bercengkerama dengan anak-anak korban banjir Sentani, Papua ini, Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua, Lenis Kogoya.

Tidak hanya ke Istana, Presiden juga menawarkan anak-anak Papua untuk me­ngunjungi sejumlah destinasi, seperti mencoba Moda Raya Terpadu (MRT), mengunjungi Monas, Dunia Fantasi (Dufan), hingga Taman Mini Indonesia Indah. “Taman Mini Indonesia, mau ke sana? Oh boleh, nanti diantar ke Taman Mini Indone­sia,” ucap Presiden.

Setelah itu, anak-anak Pa­pua tersebut menunjukkan kebolehannya bernyanyi di hadapan Presiden. Selanjut­nya, mereka ikut memberikan kenang-kenangan kepada Pre­siden Jokowi berupa topi rum­bai, tas rajut yang bertuliskan “Jokowi Presidenku” dan cen­dera mata khas Asmat.

“Pak Presiden, saya ingin menyampaikan sesuatu. Atas nama keluarga besar SD Inpres Kemiri. Kami berterima kasih karena Pak Presiden sudah mengundang kami ke Jakarta. Sekarang, kami bisa tiba dan melihat Jakarta,” kata Fernando Enrico Suebu.

Ia kemudian menyampai­kan terima kasihnya kepada Presiden Jokowi karena sekolah mereka telah diperbaiki. “Kami juga berterima kasih karena Pak Presiden, sekolah kami se­karang bisa dibangun kembali dan pesan-pesan dari warga-warga yang masih tinggal di pe­nampungan memohon supaya rumah yang dibangun bisa ce­pat selesai,” jelasnya.

Mendengar hal itu, Presi­den mengaku akan kembali ke Papua untuk melihatnya. “Iya, nanti saya lihat. Kalau Pak Pre­siden nanti ke Papua saya lihat. Saya mau ke Sentani, saya mau ke Wamena. Belajar yang baik,” jawab Presiden. fdl/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment