Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments
Antisipasi Resesi

Presiden Ingin Investasi Dipercepat

Presiden Ingin Investasi Dipercepat

Foto : ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY
PIMPIN RATAS I Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/9).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai kenaikan pering­kat indeks kemudahan berbisnis atau Ease of Doing Business (EoDB), dan penyederhanaan perizinan melalui Online Single Submission (OSS) belum cukup mendorong kenaikan investasi.

“Faktanya itu belum cukup, tidak cukup. Saya kira, kita harus bisa le­bih cepat lagi. Karena negara-negara pesaing kita, kompetitor-kompetitor kita berlomba-lomba berbenah de­ngan tawaran yang lebih menarik investasi,” kata Presiden Jokowi saat Rapat Terbatas tentang Perbaikan Ekosistem Investasi di Kantor Presi­den, Jakarta, Rabu (11/9) .

Jokowi kembali menceritakan 33 perusahaan asal Tiongkok yang me­lakukan relokasi, namun tidak ada satu pun yang ke Indonesia. Menurut dia, ini menjadi sebuah catatan besar untuk pemerintah.

Bahkan hingga saat ini, ungkap Presiden, dirinya masih sering me­nerima keluhan para investor yang menghadapi kendala karena regulasi, perizinan investasi yang prosedural, terlalu banyak aturan, terlalu banyak undang-undang, dan berbelit-belit.

“Bukan hanya sulit diprediksi, tetapi juga terlalu banyak diskresi-diskresi yang dilakukan kementerian, sehingga selalu berubah-ubah,” tukas Presiden Jokowi.

Kepala Negara mengingatkan si­tuasi yang dihadapi investor itu akan memberikan citra negatif, dan pro­mosi yang buruk bagi Indonesia. Sebab, ketika dibandingkan dengan tawaran yang diberikan negara lain, perizinan mereka betul-betul jauh le­bih cepat, jauh lebih sederhana dan juga memberikan beragam insentif yang lebih menarik. “Ini kita baru menyelesaikan di tingkat pusat. Dan ini juga akan kita selesaikan di tingkat provinsi, di tingkat kabupaten, dan di tingkat kota,” tutur Jokowi.

Presiden mengingatkan bahwa reformasi merupakan kunci bagi In­donesia dalam menghadapi perlam­batan pertumbuhan ekonomi global. Meskipun banyak yang mengatakan dunia dalam proses menuju pada se­buah resesi ekonomi, Jokowi meya­kini Indonesia bisa menghadapi.

Jokowi juga mengemukakan, da­lam sebulan ke depan, pemerintah akan terus-menerus, setiap dua hari rapat untuk khusus menyelesaikan berbagai hal yang berkaitan dengan perbaikan ekosistem investasi. fdl/WP

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment