Presiden Bertemu Parpol Koalisi Bahas Isu Terkini | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 12 2020
No Comments
Dinamika Politik

Presiden Bertemu Parpol Koalisi Bahas Isu Terkini

Presiden Bertemu Parpol Koalisi Bahas Isu Terkini

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para Ketua Umum (Ketum) dan Sekretaris Jenderal partai politik koalisi, pimpinan DPR beserta komisi membahas berbagai isu terkini mulai dari masalah keuangan di PT Asuransi Ji­wasraya (Persero), PT Asabri (Persero), pembangunan ibu kota negara baru hingga RUU omnibus law.

“Ini kan pertemuan pertama Bapak Presiden dengan koalisi, mendiskusikan banyak hal, Presiden meng-update rencana di bidang legislasi, ada beberapa undang-undang, RUU ada omnibus law, dan Perlindungan Data Pribadi. Omnibus law ada dua, cipta lapangan kerja dan investasi serta perpajakan,” kata Sekertaris Jenderal Partai Nasional Demokrat, Johny G Plate.

Hal itu disampaikan Plate usai mengikuti pertemuan tertutup bersama Presiden Jokowi di Istana Kepresiden­an Jakarta, Selasa (14/1).

Hadir dalam pertemuan itu Ketua Umum PDI Per­juangan Megawati Soekar­noputri, Ketua Umum Nas­Dem Surya Paloh, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

Sementara para Sekre­taris Jenderal yang hadir ada dari PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekre­taris Jenderal PPP Arsul Sani, Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani, hingga Sekretaris Jenderal PKB Muhammad Hasanud­din Wahid. Untuk pimpinan DPR yang hadir ada Wakil Ke­tua DPR Azis Syamsuddin dan Sufmi Dasco.

Presiden Jokowi sendiri didampingi oleh Menteri Ke­uangan Sri Mulyani, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri BUMN Erick Thohir, Jaksa Agung ST Burhanu­din, dan juga Kapolri Idham Azis.

“Ini pertemuan bukan dengan partai koalisi (saja) ini pertemuan terkait dengan masalah negara yang butuh du­kungan parlemen, makanya DPR juga ada,” ucap Johnny.

Transformasi Ekonomi

Ia menjelaskan terkait ibu kota baru dipaparkan secara jelas oleh Presiden, terutama terkait kesiapan Indonesia dengan pindahnya ibu kota. “Itu bukan saja pindah secara fisik, tapi juga transformasi, termasuk juga transformasi eko­nomi,” jelas Johnny.

Sedangkan terkait kasus Jiwasraya dan Asabri, Johnny me­ngatakan pemerintah berkomitmen menyelesaikan masalah di Jiwasraya dan Asabri. Kendati demikian, menurutnya da­lam pertemuan ini tak bahas secara detil mengenai upaya penyelesaiannya. “Masalah Jiwasraya dan segala macam-macam untuk bagaimana di-handle dan diatasi. Presiden punya semangat untuk menyelesaikan masalah yang sudah lama ini, harus diselesaikan dengan cara baik,” ujarnya.

Selain itu, dalam pertemuan ini, pemerintah juga mem­bahas Omnibus Law tentang cipta lapangan kerja dan in­vestasi, serta Omnibus Law tentang pajak. Ia menyebut su­rat presiden (surpres) terkait omnibus law pun telah siap. “Surpres sudah siap. Surpres Omnibus Law tentang pajak sudah tahap akhir,” ujarnya.

Johnny mengatakan RUU cipta lapangan kerja memer­lukan perhatian khusus karena terdapat 74 UU yang dire­visi dan terdiri lebih dari 1.200 pasal. Sedangkan mengenai RUU Perlindungan Data Pribadi, Presiden ingin agar pro­sesnya juga dipercepat. fdl/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment