Koran Jakarta | December 17 2018
No Comments
Toleransi Beragama

Presiden Bahas Keberagaman dengan KWI

Presiden Bahas Keberagaman dengan KWI

Foto : Humas/Jay
DATANGI PGI - Presiden Jokowi saat bertemu Pengurus Pusat dan Pimpinan Gereja anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), di Lantai 5 Kantor PGI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (24/8). Kedatangan Presiden ini dalam rangka menjalin komunikasi lebih intensif dengan kalangan pimpinan agama, terutama membangun toleransi yang lebih mengakar.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar silaturahmi dengan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI). Dalam silaturahmi itu, Presiden membahas Pancasila dan persoalan mengenai keragaman di Indonesia yang harus terus dirawat.

“Di dalam pertemuan, saya menyampaikan mengenai yang berkaitan dengan Pancasila, dengan keragaman, perbedaan, agama, suku, adat, tradisi yang terus harus kita rawat, kita jaga, persaudaraan kita, kerukunan kita, persatuan kita,” kata Presiden Jokowi di Kantor KWI, Menteng, Jakarta, Jumat (24/8).

Selain itu, lanjut Presiden, mereka juga membahas beberapa hal yang berkaitan dengan isu di daerah . Namun, Presiden tidak mau merincinya isu itu. “Ya banyak. Banyak isu daerah yang disampaikan kepada saya,” ucap Presiden Jokowi. Sementara itu, saat melakukan silaturahmi ke Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Presiden Jokowi dicurhati terkait masih adanya persoalan HAM di tengah masyarakat yang hingga kini belum tuntas.

“Bapak Presiden yang terkasih. Gereja-gereja prihatin pak, dengan berbagai perkembangan yang terjadi di masyarakat, belakangan ini. Masih ada masalah pelanggarannya HAM, yang belum terselesaikan di berbagai tempat di Indonesia. Termasuk di Papua. Yang menjadi luka bangsa kita yang perlu dipulihkan,” Ketua Umum PGI Pdt Henriette T. Lebang. Ia lalu minta agar hal itu diselesaikan.

Sebab, ke depan dibutuhkan hukum yang adil, bagi siapapun, tanpa membedakan. “Radikalisme dan politisasi agama, yang semakin marak, tentu kita sadari bisa memecah belah bangsa. Kami harap Pak, fatwa-fatwa agama yang dijadikan, semestinya menciptakan kesejukan dalam masyarakat Indonesia yang majemuk ini,” tuturnya.

Pertemuan dengan pengurus PGI itu juga dimanfaatkan Presiden Joko Widodo untuk menjelaskan apa saja capaian yang telah diraih pemerintahannya. “Intinya di dalam, saya menyampaikan program kerja yang telah kita kerjakan. Misalnya mengenai infrastruktur, itu apa saja sih. Kemudian mengenai kartu sehat, yang diberi siapa.

Kemudian juga mengenai pembangunan di perbatasan seperti apa,” ujar Jokowi. Seluruh capaian tersebut, menurut Jokowi, disampaikan lantaran banyak yang belum mengetahui mengenai hal itu.

Terbukti pada saat Jokowi memaparkan, ternyata banyak pengurus PGI yang baru mengetahuinya. Selain itu, Presiden Jokowi juga menjelaskan mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia di masa mendatang dan apa persiapan yang harus dilaksanakan saat ini demi menghadapi hal itu. 

 

fdl/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment