Presiden Ajak Warga Kurangi Pertemuan Fisik di Luar Rumah | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
Pandemi Covid-19

Presiden Ajak Warga Kurangi Pertemuan Fisik di Luar Rumah

Presiden Ajak Warga Kurangi Pertemuan Fisik di Luar Rumah

Foto : PRESIDEN.GO.ID
IMBAUAN PRESIDEN I Presiden Joko Widodo melaksanakan salat Idul Adha 1441 H di halaman Wisma Bayurini, kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (31/7). Presiden dalam kesempatan itu mengimbau warga mengurangi perjalanan untuk mencegah penularan Covid-19.
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA- Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat mengurangi pertemuan fisik dan perjalanan di luar rumah untuk mencegah penularan Covid-19. Himbauan itu di­sampaikan Kepala Negara yang diunggah di akun Twitter resmi @jokowi, Jumat (31/7).

“Idul Adha 2020 datang saat kita diuji dengan pandemi global Covid-19. Setiap kita berkorban dengan mengurangi pertemuan fisik dan perjalanan,” tulis Presiden Jokowi, di­lansir dari unggahan Twitter-nya.

Pada saat yang sama, kata Presiden, masyarakat dituntut lebih peduli kepada sesama dan lebih mendekatkan diri ke keluarga. “Semoga ujian pandemi ini segera berlalu,” tutup Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana melaksanakan shalat Idul Adha 1441 Hijriah di halaman kediamannya, Wisma Bayurini, kompleks Istana Kepresi­denan Bogor, Jawa Barat, Jumat pagi.

Wisata Bali Dibuka

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan sek­tor pariwisata di Provinsi Bali menyatakan siap menyam­but wisatawan nusantara (wisnus) mulai Jumat (31/7), da­lam suasana adaptasi kebiasaan baru.

“Kini, Bali telah siap mengimplementasikan protokol kesehatan pada tatanan era baru. Karena itu, saya sangat berbahagia karena besok pariwisata Bali siap menyambut wisatawan nusantara kembali. Kami juga mengapresiasi langkah Bank Indonesia dalam penerapan digitalisasi di kawasan destinasi wisata berbasis QRIS,” ujar Wishnutama dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

Ia juga mengatakan Kemenparekraf/Baparekraf mem­berikan pendampingan mulai dari persiapan hingga pem­bukaan kembali destinasi wisata di Bali. Contohnya seperti menguatkan program Sapta Pesona dan Revitalisasi Ame­nitasnya, serta memberikan berbagai fasilitas di antaranya alat pendukung kebersihan, kesehatan dan keamanan.

“Untuk itu mari bersama-sama menjalankan penerapan protokol CHSE dengan sebaik mungkin untuk mencipta­kan rasa aman bagi wisatawan dan yakin dengan destinasi wisata kita,” katanya.

Keputusan untuk kembali membuka tempat pariwisata di Bali dilakukan setelah Pemerintah Pusat bersama Peme­rintah Provinsi Bali dan seluruh stakeholder pariwisata Bali menggelar kegiatan Deklarasi Program Kepariwisataan da­lam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru & Digitalisasi Pari­wisata Berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Peninsula Nusa Dua, Bali. n fdl/Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment