Koran Jakarta | August 20 2018
No Comments
Peringatan Harkitnas

Presiden Ajak Rakyat Jaga Persatuan dan Bekerja Keras

Presiden Ajak Rakyat Jaga Persatuan dan Bekerja Keras

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dan 20 Tahun Reformasi dengan menjaga persatuan dan bekerja keras.


“Mari kita maknai hari kebangkitan nasional dengan kesadaran kita bangsa yang besar, bangsa pemenang, yang bisa makmur dan sejajar dengan bangsa-bangsa besar lainnya.

Kuncinya adalah persatuan dalam keragaman yang ada dan bekerja keras. Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2018 dan 20 Tahun Reformasi,” ujar Jokowi melalui akun Twitter @jokowi, Minggu (20/5).


Sementara itu, Sekretaris Kabinet (Seskab), Pramono Anung, mengingatkan bangsa Indonesia untuk merenungkan persatuan Indonesia. Menurutnya, dengan segala perbedaan yang dimiliki Indonesia, justru menjadi modal kekuatan kemajuan Indonesia ke depannya.


“Sehingga itulah yang menjadi modal sosial bangsa kita pada saat ini, dan saya meyakini dengan modal sosial ini bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang pemenang,” kata Seskab.


Artinya, lanjut Seskab, perbedaan, kebinekaan yang ada ini menjadi modal sosial, bukan melemahkan, melainkan menguatkan karena bagaimanapun bangsa ini dibentuk beraneka ragam, dan terdiri dari banyak suku.


Perlu Diingatkan


Sedangkan Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, menyatakan masyarakat sebagai bagian penting dari bangsa ini perlu diingatkan kembali soal komitmen kebangsaan mereka setelah 110 tahun Hari Kebangkitan Nasional.


“Jadi, ini penting untuk menegaskan kembali komitmen kebangsaan. Bangsa ini kan sebetulnya diikat oleh komitmen, bukan karena materi, bukan karena hal-hal lain, tapi karena adanya komitmen kebangsaan,” kata Hilmar saat pembukaan Festival Museum Kebangkitan Nasional.


Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya masyarakat untuk kembali mengingat betapa komitmen kebangsaan telah menyatukan para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara untuk mendirikan organisasi Boedi Oetomo pada 1908. Ant/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment