Koran Jakarta | December 15 2017
No Comments
Penyuluhan Narkoba

Presiden: Waspadai Bahaya Narkoba

Presiden: Waspadai Bahaya Narkoba

Foto : ANTARA/Rosa Panggabean
SENAM MAUMERE - Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise (keempat dari kanan), Seskab Pramono Anung (kelima dari kiri), dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (ketiga dari kiri) ikut melakukan senam maumere dalam penyuluhan mengenai bahaya narkoba untuk pelajar se-DKI Jakarta di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/10).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para siswa-siswi agar waspada terhadap bahaya narkoba yang bisa merusak bangsa Indonesia.

“Saya ingin anak-anak betul- betul waspada terhadap namanya narkoba. Hati-hati,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara “Penyuluhan Bahaya Narkoba, Pornografi, dan Kekerasan” kepada siswasiswi SD, SMP dan SMA/SMK se- Provinsi DKI Jakarta, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/11).

Karena bahaya tersebut, Presiden pun menitipkan pesan kepada para siswa-siswi yang hadir agar menolak keras jika ada seseorang yang tidak dikenalnya memberikan sesuatu dalam bentuk permen. “Saya titip kalau ketemu orang tak dikenal kemudian disalamkan permen, anakanak harus menolaknya. Hati- hati, apalagi dengan orang yang tak dikenal. Ini penting sekali,” ucap Presiden.

Presiden mengimbau kepada siswa-siswi agar segera melaporkan kepada guru, satpam, atau orang tua. “Sekali lagi, kalau orang tak dikenal menawarkan permen dan anak-anak harus menolak dan melaporkannya kepada guru, satpam, dan orang tua,” tutur Presiden. Selain narkoba, Presiden minta para siswa-siswi agar menghindari bullying mulai dari intimidasi fisik dan emosional.

“Kekerasan dalam bentuk apa pun beri pengaruh buruk kepada teman. Stop bullying di sekolah dan di luar sekolah. Kita tak ingin lahirnya generasi berperilaku kasar. Kita ingin semua miliki karakter sopan santun dan beradab,” ujar Presiden. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga melakukan dialog dengan para siswasiswi yang hadir.

Presiden lebih dulu bertanya mengenai cita-cita yang diinginkan. “Ada yang ingin jadi dokter? Youtuber ada enggak? Vloger ada enggak? Menteri? Presiden? Mana yang ingin jadi presiden, tunjuk jari. Angkat tangan. Silakan maju ke depan yang ingin jadi presiden,” kata Presiden Jokowi seraya memanggil Febrian Taufik siswa SMA Angkasa 2.

Presiden mengingatkan anak muda harus mengerti bahaya narkoba. Narkoba bisa merusak kesehatan dan merenggut nyawa. Lalu, Presiden memberikan pertanyaan, “Sebutkan jenis-jenis narkoba yang harus kita hindari empat saja. Katanya tadi mau jadi presiden,” kata Presiden lagi. “Ganja, sabu-sabu, kokain, heroin,” jawab Febrian.

Presiden lalu mengingatkan agat para siswa-siswi agar tidak menggunakan barang- barang yang disebutkan tadi. Presiden lalu menyuruh Rian mengambil sepeda yang telah disiapkannya. Rian pun lalu mengambil dan memakainya.

 

fdl/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment