Koran Jakarta | June 27 2019
No Comments
Pembangunan Infrastruktur

Presiden: Air Kunci Meraih Kemakmuran

Presiden: Air Kunci Meraih Kemakmuran

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

BELU – Presiden Joko Wido­do mengatakan bahwa air me­rupakan kunci untuk meraih kemakmuran dan kesejahtera­an di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Yang sudah selesai Ben­dungan Raknamo, sekarang Rotiklot, airnya sudah naik se­perti ini, sangat bagus sekali airnya. Nanti ada lagi Napun Gete, ada lagi yang lain, ada tu­juh semuanya. Itu pun Pak Gu­bernur, Pak Wagub masih mau minta tambah lagi. Ketemu bupati, tambahnya sekarang waduk dan bendungan semua­nya. Karena memang rumus­nya di situ, jurusnya memang harus dimulai dari air,” ujar Presiden Jokowi saat meresmi­kan Bendungan Rotiklot yang terletak di Desa Fatuketi, Keca­matan Kakuluk Mesak, Kabu­paten Belu, NTT, Senin (20/5).

Bendungan Rotiklot me­rupakan salah satu dari 49 ben­dungan baru yang dibangun oleh pemerintah pada periode 2015–2019. Di NTT sendiri, pe­merintah membangun tujuh bendungan, yakni Raknamo, Rotiklot, Napun Gete, Temef, Manikin, Mbay, dan Welekis.

Setelah air tersedia, lan­jut Presiden masyarakat bisa menanam beragam komoditas, baik itu padi, jagung, bawang merah, pepaya, pisang, hingga semangka atau melon di mu­sim kemarau. Dengan terse­dianya air, maka petani bisa panen lebih dari sekali dalam setahun.

“Baru step berikutnya. Ka­lau airnya ada, kita berpikir apa yang akan kita tanam. Step by step memang kita harus mencari jalan keluar agar ke­sejahteraan, kemakmuran bet­ul-betul bisa kita raih bersama-sama,” ucap Presiden.

Bendungan Lain

Presiden menjelaskan, Ben­dungan Rotiklot bisa mengairi 139 hektare lahan. Selain itu, bendungan ini juga bisa dipa­kai untuk pembangkit listrik tenaga air, tempat wisata, dan untuk air baku seluruh pendu­duk di Kabupaten Belu.

“Kita harapkan nanti bend­ungan-bendungan yang lain juga segera diselesaikan oleh Menteri PU, kemudian yang permintaan bendungan yang baru-baru masih dalam pem­bahasan dan perhitungan,” je­las Presiden.

Untuk daya tampung total bendungan ini diperkirakan sebesar 3,30 juta meter kubik dengan luas genangan 29,91 hektare dan tampungan efektif 2,33 juta meter kubik.

Bendungan ini sendiri dike­tahui bertipe pelimpahan sam­ping dengan lebar pelimpah­an 12 meter, panjang saluran 255,59 meter, tinggi bendung­an 42,50 meter, lebar puncak 10 meter, dan panjang puncak 415,82 meter.

Menurut Presiden, ben­dungan ini dikerjakan sejak akhir tahun 2015 silam lewat dana APBN tahun anggaran 2015–2018 dengan nilai kontrak konstruksi 497 miliar rupiah. Sebab itu, Presiden berharap masyarakat Kabupaten Belu bisa merasakan manfaat keha­diran Bendungan Rotiklot ini.

“Hati-hati, setiap bendung­an ini, ini habisnya 497 miliar rupiah, jangan dipikir kecil. Kalau tujuh, kalikan sendiri. Gede banget. Tapi, memang ini sangat diperlukan oleh masya­rakat di Nusa Tenggara Timur dan untuk jangka yang sangat panjang, ini akan sangat ber­manfaat,” tutup Presiden.

Hadir mendampingi Pre­siden dalam acara peresmian Bendungan Rotiklot, yaitu Men­teri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Ha­dimuljono, Gubernur NTT Vik­tor Laiskodat, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Mas­duki, dan Staf Khusus Presiden Gregorius ‘Gories’ Mere. fdl/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment