Koran Jakarta | July 22 2017
No Comments

Prancis-Jerman Tolak Peningkatan Peran NATO untuk Lawan ISIS

Prancis-Jerman Tolak Peningkatan Peran NATO untuk Lawan ISIS

Foto : REUTERS/Eric Vidal
Ketua Komite Militer NATO, Jenderal Petr Pavel (tengah) diapit dua Komandan Tertinggi Sekutu, Jenderal Curtis Scaparrotti (kiri) dan Jenderal Denis Mercier, saat konferensi pers pertemuan Komite Kepala Keamanan di Brussels, Belgia, Rabu (17/5). Konferensi pers ini membahas agenda persiapan pertemuan KTT NATO yang akan dilaksanakan pada 25 Mei mendatang.
A   A   A   Pengaturan Font

BRUSSELS – Dua negara anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO) yaitu Prancis dan Jerman, pada Kamis (18/5) menyatakan bahwa mereka menolak usulan seorang pejabat Amerika Serikat (AS) terkait peningkatan peran NATO dalam memerangi kelompok Islamic State (ISIS) di Suriah dan Irak.

Usulan AS itu dilontarkan menyusul seruan Presiden AS, Donald Trump, agar aliansi Barat mau berperan lebih dalam melawan terorisme denga koalisi pimpinan AS dan jika tidak maka akan NATO menanggung risiko untuk menempatkan pasukan seperti yang terjadi dalam konflik di Afghanistan.

“Kami tak percaya akan risiko itu,” ucap seorang diplomat senior NATO Eropa dalam pernyatan penolakkannya.

Isu konflik di Suriah dan Irak agendanya akan dibahas di Brussel, Belgia, Kamis (25/5) pekan depan saat Presiden Trump menghadiri KTT NATO untuk pertama kalinya.

Sementara seorang diplomat lainnya menyatakan jika NATO ikut bergabung dengan koalisi pimpinan AS maka NATO tak akan mendapat apa-apa kecuali akan mendapat tambahan potensi beban konflik dengan Russia atau dengan negara-negara Arab lainnya. Rtr/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment