Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments
Netralitas TNI

Prajurit TNI AD Agar Jauhi Politik Praktis

Prajurit TNI AD Agar Jauhi Politik Praktis

Foto : koran jakarta/ fadholi
Serahkan Pataka - Kasad memberikan pataka bendera Kodam IV/Dip kepada Pangdam Mayjen Wuryanto, dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) beberapa perwira tinggi (Pati) TNI AD di Lapangan Markas Komando Daerah Milirer III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11).
A   A   A   Pengaturan Font

Bandun andun g - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI AD agar menjaga diri dari kemungkinan terseret ke dalam politik praktis. Hal itu disampaikan Kasad karena tahun 2018 dan 2019 sudah masuk tahun politik. “Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2018 yang juga dikenal sebagai tahun politik. Pada tahun 2018 nanti akan digelar perhelatan akbar Pilkada serentak tahap ke III di sebagian wilayah Indonesia.

Pada situasi seperti ini, dimana kita semakin mendekati Pilpres 2019, jadi jangan terseret,” kata Kasad Jenderal Mulyono. Pernyataan ini disampaikan Kasad di bawah guyuran hujan, usai memimpin langsung serah terima jabatan (Sertijab) beberapa perwira tinggi (Pati) TNI AD di Lapangan Markas Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11).

“Berbagai benturan kepentingan diperkirakan akan semakin tinggi intensitas dan eskalasinya serta sulit diprediksi, sehingga menyimpan potensi ancaman yang tidak kalah bahayanya bagi kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia, apabila tidak dikelola dengan baik,” sambung mantan Pangdam Jaya ini.

Karena memasuki tahun politik tersebut, lanjutnya, TNI AD harus terus mawas diri dari kemungkinan terseret langsung ke dalam politik praktis. Menurutnya, TNI AD harus bersikap netral dalam demokrasi. “Pada satu sisi, kita berbangga memiliki prajurit yang diminta untuk terjun dalam dunia politik, tetapi pada sisi lain, kita harus tetap netral dan menjadi institusi yang mampu mengawal proses demokrasi di Negara ini,” tegas Kasad.

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomir 34 tentang TNI “Saya ingin tegaskan agar sikap netralitas dan memegang teguh ketentuan demokrasi harus dijunjung tinggi. Jangan biarkan prajurit kita, baik perorangan maupun satuan terpengaruh atau dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis, karena TNI hanya mengenal politik negara,” ucap Kasad kembali menegaskan.

Kasad menambahkan bangunan NKRI yang telah didirikan di atas tetesan darah dan keringat serta jiwa dan raga para pejuang, terancam hancur oleh menguatnya politik identitas dan ego sektoralisme, serta masih maraknya radikalisme, anarkisme, intoleransi, penyalahgunaan narkoba, terorisme di negeri ini.

“Untuk menghadapi hal itu, saya minta seluruh pimpinan pada setiap tingkatan satuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan penanggulangan, baik secara internal di dalam organisasi, maupun secara eksternal dalam rangka menjaga stabilitas nasional,” jelasnya. Oleh sebab itu, Kasad meminta prajurit TNI AD harus benar-benar mampu menjadi garda terdepan sekaligus benteng terakhir NKRI dari berbagai potensi ancaman yang membahayakan kedaulatan Negara. fdl/AR-3

Tags
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment