PPRO Emisi Obligasi Rp1,2 Triliun | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 20 2020
No Comments
Pengembangan Usaha - Penerbitan Obligasi untuk Investasi Properti di Jawa dan Lombok

PPRO Emisi Obligasi Rp1,2 Triliun

PPRO Emisi Obligasi Rp1,2 Triliun

Foto : Koran Jakarta/Wahyu AP
PAPARAN KINERJA - Direktur Pengembangan Bisnis dan HCM PT PP PRO Nanang Siswanto (kiri), Direktur Keuangan Indaryanto (dua kiri) dan Direktur Realty Galih Saksono (kanan) menyampaikan paparan kinerja dan outlook 2020 perseroan, Jakarta, Senin (20/1). PT PP Properti Tbk memiliki 15 lokasi yang akan diserah-terimakan kepada konsumen.
A   A   A   Pengaturan Font
Emiten yang berlini usaha bidang properti, PT PP Properti Tbk (PPRO), menerbitkan obligasi berkelanjutan II tahap pertama senilai 1,2 triliun rupiah.

JAKARTA – PT PP Properti Tbk (PPRO) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Tahap I senilai 1,2 triliun rupiah. Penerbitan surat utang tersebut merupakan bagian dari skema Penerbitan Umum Berkelanjutan II sebesar 2,4 triliun rupiah. Penerbitan obligasi ini terdiri atas dua seri yakni Seri A dan Seri B. Untuk Seri A bertenor tiga tahun menawarkan kupon 9,40–9,90 persen. Seri B bertenor lima tahun menawarkan kupon 9,75–10,25 persen.

Managing Director Mandiri Sekuritas, Andy S Bratamihardja, mengatakan penerbitan obligasi pada awal tahun akan ramai dilakukan hingga kuartal pertama. Kebutuhan untuk penerbitan obligasi selalu ada tinggal disesuaikan dengan waktu penerbitan, jangan sampai bertabrakan atau mirip-mirip sektornya.

“Kalau tidak investor akan pilih-pilih misal dari sisi rating dan pricing-nya bagaimana. Jadi, timing yang harus kita jaga benar-benar dari para emiten. Waktu penerbitan harus disesuaikan dengan baik dan benar,” ungkapnya kepada Koran Jakarta, Senin (20/1).

Diketahui, obligasi tersebut mendapatkan peringkat BBB+(idn) (triple B Plus) dari Fitch Ratings. Bertindak sebagai penjamin emisi PT Mandiri Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, CIMB Niaga Sekuritas, Ciptadana Sekuritas, Trimegah Sekuritas, dan RHB Sekuritas.

Lebih lanjut, Andy S Bratamihardja mengungkapkan dalam menerbitkan obligasi pasti akan bersaing untuk mendapatkan dana investor. Untuk itu, ramainya penerbitan di awal tahun tidak lepas dari langkah investor untuk menempatkan investasinya. Pada awal tahun investor cenderung memiliki banyak dana, sedangkan pada akhir tahun akan tutup buku dulu sehingga tidak membelanjakan dananya.

“Kalau awal tahun pasti banyak, tapi pilih-pilih karena dia harus ‘napas’ sampai sepanjang tahun karena kemungkinan ada emiten yang sedang ditunggu-tunggu,” papar dia.

Sementara itu, Direktur Keuangan PPRO, Indaryanto, menjelaskan dana hasil penerbitan obligasi sekitar 41,94 persen untuk membayar sebagian utang pokok Perseroan (refinancing). Sekitar 32,89 persen untuk investasi dalam bentuk pengembangan usaha di bidang properti di Pulau Jawa dan Lombok demi meningkatkan pendapatan berulang (recurring income). Sisanya sekitar 25,17 persen untuk modal kerja Perseroan.

“Pada tahun ini, Perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expendicture/capex) sekitar 800 miliar rupiah. Capex akan digunakan pada proyek carry over guna meningkatkan recurring income,” jelas dia.

 

Standar Pelaporan

 

Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat, optimistis dengan adanya Pemberlakuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 72 dalam penyusunan laporan keuangan yang pengakuan pendapatan berdasarkan serah terima bangunan, dapat mendorong kinerja Perseroan.

Sedangkan sebelumnya pengakuan pendapatan industri properti menggunakan PSAK 44, bahwa pengakuan pendapatan diakui berdasarkan metode persentase penyelesaian konstruksi bangunan dan diubah mulai 1 Januari 2020 menerapkan PSAK 72.
“Hal inilah yang membuat PPRO optimistis dengan target laba bersih tahun 2020 sebesar 346 miliar rupiah,” jelas Taufik.

Adapun pada tahun ini, menurutnya, Perseroan memiliki 15 lokasi yang akan diserahterimakan kepada konsumen di antaranya tujuh tower apartemen dan ruko di Jabodetabek, empat tower apartemen di Jawa Timur, dua tower apartemen dan landed house di Jawa Tengah, serta rukan di area sekitar Kertajati, Jawa Barat.

 

yni/E-12

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment