PPATK Ungkap Ada Rekening Kelompok JAD yang Masih Aktif | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Pemberantasan Teroris

PPATK Ungkap Ada Rekening Kelompok JAD yang Masih Aktif

PPATK Ungkap Ada Rekening Kelompok JAD yang Masih Aktif

Foto : ANTARA
AMANKAN LOKASI I Sebuah tempat usaha di Jalan Cendana, Samarinda, diberi garis polisi usai tim Densus 88 mengamankan tiga orang terduga teroris pada penggerebekan Selasa (19/11).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Pusat Pelapor­an dan Analisis Transaksi Ke­uangan (PPATK) melaporkan meski sudah dibekukan, tapi masih ada rekening anggota Ja­maah Ansharut Daulah (JAD) Indonesia yang aktif kembali dengan menggunakan nama berbeda.

“Rekening yang dimatikan sudah banyak. Tapi, dia kan ng­gak mungkin mencantumkan nama (misalnya dari) JAD de­ngan jelas, jadi kadang-kadang ada yang sudah dimatikan, tapi kemudian ada yang hidup lagi,” kata Kepala PPATK, Kiagus Ah­mad Badaruddin, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (19/11).

Namun demikian, PPATK tidak patah semangat untuk menelusuri rekening-rekening yang diduga sebagai aliran dana teroris. “Yang penting kita terus semangat, kita tidak boleh kalah dengan semangatnya teroris itu. Ayo kita sama-sama tidak boleh patah semangat,” katanya.

Menurut Kiagus, teroris za­man sekarang tidak lagi mene­rima uang dari dalam negeri, namun dibagikan di luar negeri baru kemudian dibawa ke Indo­nesia. “Teroris sekarang bahkan tidak hanya menerima dari da­lam negeri, tapi juga terimanya di luar negeri nanti baru dibagi­kan dari sana atau dibawa, ba­nyak teknisnya,” tutur Kiagus.

Ia menambahkan, modus aliran dana para teroris ma­sih terus mengalami perkem­bangan. “PPATK akan terus mendeteksi aliran dana yang mencurigakan,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Sumatera Uta­ra (Sumut), Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, menyatakan Densus 88 Mabes Polri dan Polda Sumut masih menyeli­diki aliran dana jaringan teror­is yang melakukan aksi bom bunuh diri di Markas Polresta­bes Medan pada Rabu (13/11). “Kami masih mengembangkan dari mana dana itu diperoleh kelompok tersangka yang terli­bat kasus bom bunuh diri ter­sebut,” ujarnya di Medan.

Menurutnya, hasil penyidik­an Densus 88 akan dapat meng­ungkap sumber arus lalu lintas pendanaan. Selain itu, untuk mengetahui mekanisme kegiat­an dari kelompok jaringan pe­laku bom medan tersebut.

Tatan menyebut, dalam pe­nangkapan para tersangka bom bunuh diri itu ada yang memi­liki peran sebagai bendahara. “Selain itu, ada juga tersangka yang ahli dalam merangkai bom. Hal tersebut akan terus di­selidiki dan dikembangkan tim Densus 88 Mabes Polri yang di­bantu Polda Sumut,” tuturnya.

Sebelumnya, Densus 88 Mabes Polri bersama Polda Sumut telah menetapkan 30 orang tersangka terkait kasus bom bunuh diri di Mapolresta­bes Medan.

71 Terduga Ditangkap

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Mo­hammad Iqbal, mengatakan sudah 71 terduga teroris yang diringkus aparat kepolisian.

“Sudah kami tangkap 71 orang, lanjut penyidikan 68 orang. Meninggal dunia tiga orang,” ujar Iqbal.

Iqbal merinci ke-71 terduga teroris itu terbagi lima orang di Pekanbaru, tiga orang di wila­yah Jabodetabek, 11 orang di Jawa Barat, satu orang di Kali­mantan, dua orang di Aceh, dua orang di Jawa Timur, lima orang di Banten, 11 orang di Jawa Te­ngah, dan 30 orang di Medan. Ant/eko/AR-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment