Koran Jakarta | December 17 2017
No Comments

Potensi Transaksi Nontunai ke Depan Sangat Besar

Potensi Transaksi Nontunai ke Depan Sangat Besar

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menilai transaksi nontunai tidak bisa dihindari seiring dengan berkembangnya industri financial technology (Fintech) baik di dalam negeri maupun eksternal. Karenanya, sebagai otoritas sistem pembayaran, BI akan membangun sejumlah pilar strategis, diantaranya elektronifikasi yang menciptakan layanan nontunai aman, cepat, dan efisien sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat. “Kita tahu masyarakat mulai dengan jalan tol dan berlangsung dengan baik. Kemudian, kami juga bantu pemerintah fasilitasi proses elektronifikasi penyaluran bantuan sosial (bansos),” kata Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara di Jakarta, Rabu (6/12).

Berkembangnya transaksi nontunai, lanjut dia, e-commerce (perdagangan elektronik) dan fintech akan menjadi sesuatu yang besar, mengingat setiap transaksi dapat dilakukan secara nontunai mulai dari asuransi kredit hingga penawaran pembelian rumah. “Berkembangnya transaksi nontunai, Bank Indonesia membangun big data. Dari big data itu bisa terlihat data-data terkait ekonomi seperti lowongan pekerjaan, penjualan rumah di berbagai daerah. Data itu membantu BI melakukan antisipasi ekonomi ke depan dalam kebijakan,” paparnya.

Mirza Adityaswara juga mengatakan sebagai bagian dari rangkaian roadmap transaksi nontunai, pihaknya membuka Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Itu merupakan salah satu pilar infrastruktur di industri keuangan. “Pilar infrastruktur bisa menciptakan interkoneksi dan interoperabilitas dan aman dengan GPN,” katanya. Implementasikan GPN Pilar strategis lainnya, lanjut dia, yakni pengawasan. Pilar ini penting melindungi masyarakat. Pihaknya melakukan koordinasi antar stakeholder diantaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Perdagangan. Dalam kesempatan sama, Ketua Himpunan Bank Milik Negara, Maryono mengaku siap menerapkan GPN sesuai ketentuan BI. “Saya kira himbara sudah siap dengan digital life, di mana pelayanan sudah nontunai misalnya ATM Bersama dan e-toll, dan kita akan masuk ke pembayaran nontunai program pemerintah seperti bansos, kartu tani, dan bantuan kesejahteraan,” katanya. Ant/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment