Koran Jakarta | July 19 2019
No Comments
SAINSTEK

Potensi Tanaman Pakis untuk Pengobatan

Potensi Tanaman Pakis untuk Pengobatan

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

Penelitian terhadap sisa-sisa kerangka manusia abad pertengahan telah menunjukkan bukti fisik pertama di bidang medis. Yakni bahwa tanaman pakis dapat digunakan untuk pengobatan dalam kasus-kasus seperti alopecia, ketombe dan batu ginjal.

Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa daun pakis adalah bagian dari diet manusia. Tidak ada catatan dalam sejarah yang tercatat. Tetapi ada deskripsi tertulis yang berasal dari abad pertama Masehi. Deskripsi itu menunjukkan bahwa daun pakis digunakan untuk mengurangi gejala-gejala penyakit tertentu. Sebuah kondisi yang mengancam jiwa.

Cerita pengobatan tradisional bahwa pakis digunakan di seluruh Eropa memang telah banyak dikumpulkan dari berbagai catatan-catatan. Sayangnya, temuan terhadap kerangka manusia adalah pertama kalinya dimana ada bukti yang ditemukan tentang jejak tanaman pakis di sisa-sisa manusia. Dr Elena Fiorin, dari Departemen Arkeologi Universitas York, mengatakan, melalui analisis kalkulus gigi kerangka.

“Kami yakini berasal dari abad ke-9 atau ke-10, dia dapat menentukan bahwa sel-sel itu berasal dari tanaman pakis, trichomanes asplenium, spesies umum yang tumbuh di daerah berbatu di seluruh dunia,” kata Fiorin.

“Pakis ini telah digunakan oleh ahli herbal, ahli bedah, dokter, dan tabib lainnya selama berabad-abad di seluruh Eropa. Hanya saja, sampai sekarang kami hanya memiliki dokumen tertulis yang menjelaskan penggunaannya. “Temuan dari sisa-sisa gigi kerangka ini menunjukkan betapa banyak informasi yang bisa kita dapatkan dari analisis kalkulus gigi.

Ini menunjukkan bahwa di wilayah Spanyol, masyarakat menyadari sifat obat dari beberapa tanaman dan bagaimana mengelola mereka untuk mendapatkan hasil yang diinginkan,” tambah Fiorin. Catatan menunjukkan bahwa cairan infus dibuat dengan menuangkan air ke daun pakis segar atau kering, dan kadang-kadang ramuan itu dibumbui dengan bunga jeruk atau gula manis atau madu.

Teks herbal menunjukkan bahwa tanaman itu secara eksklusif digunakan untuk menyembuhkan penyakit tertentu, paling umum apa yang sekarang kita kenal sebagai ketombe, pilek, batu ginjal, dan alopecia. Ada juga referensi ke tanaman yang digunakan untuk merangsang aliran menstruasi pada wanita.

Meskipun dari sisa kerangka tersebut tidak ada cara untuk bisa mengatakan kemungkinan dia minum infus daun pakis untuk menyembuhkan kondisi kulit, saluran kemih, atau sebagai dekongestan. Dr Fiorin mengatakan, penelitian menunjukkan penggunaan pakis sebagai tanaman penyembuhan di Mediterania selama Abad Pertengahan.

“Kami sekarang memiliki potensi untuk melihat sisa-sisa gigi lainnya untuk sifat-sifat serupa yang mungkin memberi tahu kami lebih banyak tentang penggunaan ramuan obat di masa lalu,” katanya.

“Pakis ini digunakan, dan masih digunakan di Eropa saat ini, untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan melalui catatan arkeologis kita dapat mulai melihat bagaimana manusia telah menggunakan sesuatu yang alami untuk membantu meraawat kesehatan selama evolusi kita,” tambah Fiorin. Penelitian ini diterbitkan dalam International Journal of Osteoarchaeology. n

 

nik/E-6

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment