Koran Jakarta | September 21 2018
No Comments

Portugal Atasi Italia

Portugal Atasi Italia

Foto : AFP/Francisco LEONG
A   A   A   Pengaturan Font

Meski tanpa Ronaldo, Portugal menang atas Italia pada laga Liga Bangsa-Bangsa UEFA.

LISBON – Andre Silva men­cetak satu-satunya gol saat juara Eropa Portugal yang tanpa bin­tang mereka Cristiano Ronaldo, menang 1-0 atas Italia pada laga Liga Bangsa-Bangsa UEFA (UNL). Pada pertandingan yang berlang­sung di Lisbon, Selasa (11/9) dini hari WIB itu, Ronaldo ditinggal­kan dari skuad atas permintaan­nya sendiri karena fokus pada klub barunya, Juventus.

Tetapi tim pemenang Piala Eropa 2016 tidak menunjukkan mereka terpengaruh oleh absen­nya striker bintang mereka. Por­tugal mendominasi atas Italia untuk mengamankan tiga poin pertama mereka di Grup 3 yang juga termasuk Polandia.

Pelatih Italia Roberto Man­cini mengalami kekalahan kom­petitif pertamanya setelah di­tahan imbang 1-1 oleh Polandia dalam pertandingan pembuka pada Jumat di Bologna. “Gli Az­zurri” kini hanya memiliki satu poin setelah dua pertandingan.

“Kami membuat terlalu banyak kesalahan, tetapi para pemain te­lah memberikan segalanya,” ujar Mancini. “Kami perlu menemu­kan solusi untuk mencetak gol karena kami tidak memenangkan pertandingan tanpa mencetak gol. Itulah masalah utama kami sekarang,” sambungnya.

“Portugal telah memenang­kan pertandingan pertama, jadi mereka favorit, tapi saya pikir itu masih terbuka lebar, kami tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di sepakbola,” tandasnya.

Andre Silva mencetak gol tiga menit memasuki babak kedua setelah strik­er AC Milan itu menerima umpan silang Bruma un­tuk mengalahkan mantan rekan setimnya di Milan, Gianluigi Donnarumma di bawah mistar gawang Italia. “Saya punya beberapa teman di tim nasional Italia, tetapi tidak ada teman di lapangan,” ujar Silva. “Secara keseluruhan kami adalah tim yang lebih baik pada malam itu dan pantas menang,” sambungnya.

Italia beruntung bisa menjaga gawang mereka tidak kebobolan di babak pertama, sebagian besar karena penyelamatan gemilang Donnarumma di Estadio Da Luz.

Upaya Bernardo Silva dibersi­hkan dari area pertahanan oleh Alessio Romagnoli dengan temba­kan Bruma melebar di sisi gawang. Italia berupaya menyerang den­gan Ciro Immobile dan Simone Zaza mengancam sebelum jeda.

Mancini melakukan rotasi usai meraih hasil imbang kontra Po­landia. Pada laga pembuka itu dia menurunkan tim eksperimental dengan tujuh pemain baru men­jadi starter. Kali ini gelandang Jorginho dan Donnarumma men­jadi pemain yang kembali dimainkan.

Dalam lineup yang sama, 4-3-3, striker Lazio Immobile menggantikan Mario Balotelli, yang sangat dikritik karena penampi­lannya melawan Polandia. Manuel Lazzari dari SPAL membuat debut internasionalnya di sisi kanan pertahanan.

Ambil Risiko

Italia, juara dunia empat kali itu sekarang berisiko terdegrada­si dari grup UNL mereka setelah gagal lolos ke Piala Dunia. Tapi Mancini membela tim eksperi­mentalnya.

“Kami tidak suka kalah, te­tapi juga benar bahwa kami ha­rus mengambil risiko dan men­dapatkan pengalaman dalam permainan ini, jika tidak seperti itu akan sulit untuk bergerak maju dengan cepat,” jelas mantan pelatih Manchester City dan Inter Milan itu.

“Kami harus membantu para pemain muda tumbuh, karena kami tidak memiliki alternatif. Kami ingin finis pertama di grup, Anda tidak pernah tahu apa yang terjadi di sepakbola. Kami akan melihat apa yang ter­jadi, tujuan awal kami adalah lo­los ke Piala Eropa,” sambungnya.

Dalam grup yang terdiri dari tiga tim itu, Portugal berhadapan dengan Polandia pada 11 Oktober, dengan Italia menghadapi lagi Polandia pada 15 Oktober.

Meski menang, pelatih Portugal Fernando Santos mengesampingkan pembi­caraan tentang mereka yang sekarang menjadi favorit. “Apakah kami memiliki kaki di final? Kami perlu kedua kaki di sana, karena berdiri dengan satu kaki, berisiko jatuh,” ujarnya. ben/AFP/S-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment