Koran Jakarta | December 16 2018
No Comments
Ketegangan Bilateral I Russia Tolak Negosiasi Pertukaran Pelaut dalam Bentuk Apapun

Poroshenko Janji Pulangkan Pelaut

Poroshenko Janji Pulangkan Pelaut

Foto : AFP/MYKOLA LAZARENKO
A   A   A   Pengaturan Font

Presiden Ukraina, Petro Poroshenko, berjanji untuk memulangkan pelaut yang ditahan Russia dalam insiden di Laut Azov pekan lalu. Dalam pidatonya, Poroshenko bahkan mengatakan penahanan pelaut itu telah melanggar Konvensi Jenewa.

KIEV – Presiden Petro Poroshenko, berjanji akan memulangkan para pelaut Ukraina yang ditahan oleh Russia dalam insiden ketegangan di Laut Azov pada Minggu (25/11) lalu. Hal itu disampaikan Poroshenko saat bertemu dengan keluarga dari 24 pelaut di kantornya di Kiev, pada Selasa (4/12).

“Saya akan sekuat tenaga membawa mereka pulang. Bagi saya tak ada yang lebih penting daripada membawa para pelaut itu pulang ke tanah airnya,” kata Presiden Ukraina itu.

Bulan lalu, kapal patroli Russia menembak dan menahan 3 kapal Ukraina saat mencoba melalui Selat Kerch dari Laut Hitam menuju ke Laut Azov. Akibat insiden itu, 24 pelaut Ukraina yang 3 diantaranya mengalami luka, ditahan.

Insiden itu merupakan konfrontasi paling berbahaya antara Russia dan Ukraina setelah aneksasi atas Crimea oleh Russia pada 2014 dan dukungan Russia terhadap pemberontak di Ukraina timur yang telah menelan korban lebih dari 10 ribu nyawa.

Walau telah terdengar seruan bagi pembebasan pelaut secara internasional, Russia masih enggan memulangkan mereka dan saat ini para pelaut Ukraina itu harus mendekam selama dua bulan di penjara di Moskwa.

Presiden Russia, Vladimir Putin, mengatakan bahwa kapal-kapal Ukraina itu telah melintasi wilayah perairan Russia secara ilegal dan Moskwa tak akan membebaskan para pelaut Ukraina itu dengan bentuk pertukarn apapapun.

Sementara itu Presiden Poroshenko menanggapi bahwa penahan pelaut itu ilegal dan telah melanggar Konvensi Jenewa dan menuding Moskwa telah memblokade jalur niaga laut ke pelabuhan-pelabuhan Ukraina yang ada di Laut Azov.

Rugikan Perekonomian UE

Sementara itu Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, Federica Mogherini, pada Rabu (5/12) mengatakan bahwa ketegangan antara Russia dan Ukraina, telah mempengaruhi perekonomian Uni Eropa (UE), karena terhambatnya akses kapal-kapal niaga.

“UE menderita akibat konflik ini,” kata Mogherini sembari menerangkan bahwa ia akan mengangkat krisis ini dengan Menlu Russia dan Ukraina saat mereka bertemu di Milan, Italia.

“Kami amat khawatir atas perkembangan di Laut Azov. Bukan hanya karena bagi Ukraina, namun juga akibat terhambatnya aktivitas di laut itu bagi kapal-kapal yang membawa bendera negara anggota UE,” imbuh dia saat hendek bertemu dengan menteri pertahan dari negara-negara anggota NATO di Brussels, Belgia.

“Akan ada dampak bagi perekonomian melebihi ancaman keamanan yang kita saksikan saat ini,” tambah Mogherini.

Sebelaumnya karena takut akan memperkeruh suasana konflik, para pemimpin Eropa menolak permintaan Ukraina untuk mendukungnya dalam menghadapi Russia dengan menurunkan kapal-kapal perang ke Laut Azov. AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment