Popularitas Trump Tetap Stabil Selama Pandemi | Koran Jakarta
Koran Jakarta | May 31 2020
No Comments
Jajak Pendapat AP-NORC

Popularitas Trump Tetap Stabil Selama Pandemi

Popularitas Trump Tetap Stabil Selama Pandemi

Foto : Istimewa
Donald Trump
A   A   A   Pengaturan Font

WASHINGTON DC - Saat pandemi virus korona terus berlanjut, pandangan warga Amerika Serikat (AS) tentang tanggapan pemerintah federal dan negara bagian dalam menghadapi krisis mulai memburuk. Walau begitu jajak pendapat bagi popularitas terhadap pribadi Presiden Donald Trump tetap stabil.

Sebuah jajak pendapat baru dari The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research menunjukkan bahwa 41 persen warga AS setuju atas kinerja presiden, sementara 58 persen tidak setuju. Itu konsisten dengan tingkat popularitas Trump sebelum pandemi, dan juga selama lebih dari tiga tahun menjabat sebagai Presiden AS.

Survei ini menyoroti salah satu bagian yang luar biasa dari masa jabatan Trump sebagai presiden. Meskipun ada kontroversi yang luar biasa hebat, upaya pemakzulan dan krisis kesehatan masyarakat saat ini yang bersejarah, beberapa warga AS telah mengubah pandangan mereka terhadap Trump.

Saat dia gagal meningkatkan dukungannya dengan cara apa pun, namun Trump juga telah berhasil mempertahankan persetujuan dari pendukung intinya, termasuk mayoritas besar Partai Republik.

"Presidensi Trump adalah contoh sempurna dari ujian politik Rorschach," kata Alice Stewart, ahli strategi Partai Republik yang bertugas untuk kampanye tim suksesi kepresidenan Senator Ted Cruz pada 2016. "Orang-orang yang ingin melihat bahwa presiden melakukan pekerjaan dengan baik, akan mendukungnya terlepas dari kegagalan yang terjadi. Jika mereka ingin melihat bahwa dia melakukan pekerjaan yang buruk, mereka akan tetap mendukungnya terlepas dari apa yang terjadi. "

Kurang dari enam bulan sejak hari pemilihannya dimana ia akan berhadapan langsung dengan kandidat capres Demokrat, Joe Biden, konsistensi dukungan Trump tampaknya membuatnya mendapat peluang kecil yang sama saat kemenangan yang pertama kali dimana ia berhasil meraih jabatan utama di Gedung Putih pada 2016, bahkan saat pandemi dan akibat krisis ekonomi yang pempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan di AS.

Sementara itu tim kampanye Biden percaya penanganan krisis Trump yang tidak merata pada akhirnya akan membuatnya menelan kekalahan pada pilpres AS November mendatang.

"Skala kerugiannya mengejutkan dan itu sangat memuakkan," kata Biden pada pekan ini. "Terlebih dari itu, amat memilukan untuk memikirkan betapa takutnya, seberapa banyak kematian, seberapa banyak penderitaan yang bisa dihindari jika presiden tidak membuang begitu banyak waktu dan mengambil tanggung jawab," imbuh dia.

 

Dampak Korona

Survei AP-NORC ini dilakukan saat korban tewas akibat Covid-19 di AS mendekati angka 100.000 orang. Pengecekan kesehatan skala besar di AS akan tetap menjadi tantangan, sementara pengembangan vaksin masih harus menunggu beberapa bulan atau tahun ke depan.

Namun tantangan itu belum mencakup dampak kerugian ekonomi dimana hampir 40 juta orang AS harus menganggur sejak Maret, juga telah meningkatkan urgensi di banyak negara untuk memulai membuka kembali bisnis.

Secara keseluruhan, jajak pendapat menunjukkan bahwa 39 persen orang AS menyetujui penanganan virus oleh Trump. Hanya 31 persen warga AS yang menyetujui tanggapan pemerintah federal. Empat puluh delapan persen tidak setuju, termasuk 20 persen dari pendukung Trump yang menyarankan bahwa perlunya pemisahan kewenangan presiden secara luas terhadap aparat federal yang seharusnya ia awasi.

Jajak pendapat untuk pemerintah federal telah merosot karena pandemi telah berlangsung, dari persetujuan 40 persen pada satu bulan lalu menjadi 31 persen sekarang. Pemerintah negara bagian terus mendapatkan nilai lebih tinggi dari publik, meskipun dukungan terhadap mereka pun mengalami anjlok. Sekitar setengah dari warga AS (51 persen) mengatakan mereka menyetujui pekerjaan yang dilakukan oleh negara mereka, turun dari 63 persen pada April.

Pemerintah negara bagian memiliki kendali penuh atas kapan dan bagaimana pembatasan bisnis, sekolah, dan transportasi umum bakal dicabut. Di daerah yang terpukul keras seperti Kota New York, pembatasan ketat masih tetap berlaku. Di bagian lain negara itu, termasuk Texas dan Georgia, restoran, mal, dan bisnis lainnya sudah mulai menyambut pelanggan kembali.

Mayoritas warga AS terus mendukung anjuran agar tetap tinggal di rumah dan pembatasan terkait virus lainnya, meskipun dukungan itu telah surut selama sebulan terakhir.

Trump mendorong secara agresif agar negara-negara bagian mulai membuka kembali bisnisnya hampir sejak awal krisis, membuat marah banyak politisi Demokrat dan membuat frustasi bahkan beberapa Republikan yang takut dia menolak saran dari pakar kesehatan masyarakat dan berjuang untuk menunjukkan empati terhadap mereka yang sakit atau kehilangan anggota keluarnya selama pandemi Covid-19.

Trump juga sempat menyarankan solusi berbahaya dan kontroversial untuk memerangi Covid-19 lewat pidato singkatnya di televisi bahwa minum cairan pemutih pakaian dapat membantu memerangi virus. Dia mengumumkan pada pekan ini bahwa dia menggunakan obat anti-malaria hydroxychloroquine untuk menangkal Covid-19, meskipun ada peringatan dari Food and Drug Administration tentang kemungkinan efek samping yang fatal.

Survei AP-NORC menunjukkan bahwa 62 persen warga AS mengatakan Trump tidak mau mendengarkan ahli kesehatan saat ia menangani respons pandemi. Sementara di antara pendukung Demokrat, 91 persen mengatakan dia kurang mau mendengarkan para ahli. Tiga dari 10 Republik juga mengatakan dia pun tidak mau mendengarkan saran para ahli, sementara mayoritas  (59 persen) berpikir dia melakukan hal yang benar.

"Dia hampir bangga dalam melakukan itu," kata Maria Cardona, ahli strategi Demokrat. "Itu berbahaya untuk semua orang," imbuh dia.

Penanganan krisis oleh pemerintah federal masih berada di peringkat di atas Kongres dimana hanya 23 persen warga AS yang menyetujui tanggapan para pemimpin kongres. Pada Maret, Kongres menyetujui rencana dana penyelamatan 2 triliun dollar AS yang dialokasikan secara langsung ke jutaan warga AS dan memberikan pinjaman kepada usaha kecil dan perusahaan besar.

Lapangan pekerjaan juga diharapkan dengan cepat dimulai lagi setelah ada tambahan danapenyelamatan, dimana DPR yang dipimpin Demokrat menyetujui rencana 3 triliun dollar AS pekan lalu. Namun, RUU itu tidak menghadapi prospek lolos di Senat yang dikendalikan kubu Republik, dan negosiasi tentang paket kompromi tampaknya bakal berjalan lamban.

Jajak pendapat AP-NORC ini mensurvei 1.056 responden orang dewasa dilakukan pada 14-18 Mei dengan menggunakan sampel yang diambil dari AmeriSpeak Panel berbasis-probabilitas NORC, yang dirancang untuk mewakili populasi AS. Margin kesalahan pengambilan sampel untuk semua responden adalah plus atau minus 4,2 poin persentase. ils/AP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment