Ponsel Android Tanpa Layanan Google | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments

Ponsel Android Tanpa Layanan Google

Ponsel Android Tanpa Layanan Google

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Ponsel unggulan Huawei Mate 30 Pro telah dipasarkan di Indonesia. Sebelumnua, ponsel ini telah diluncurkan di Jerman, belum lama ini. Namun seperti yang diketahui bersama, akibat masuk dalam daftar hitam perdagangan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), ponsel ini tidak memiliki layanan aplikasi Google termasuk peta Google Maps, peramban Chrome, dan Playstore.

Huawei Mate 30 Pro tidak dapat menggunakan layanan Google Mobile Service (GMS), seperti Google Maps, Youtube, Gmail, dan lainnya namun hanya mengandalkan Huawei Mobile Services (HMS). HMS menjadi andalah pengguna karena menyediakan sebanyak 45.000 aplikasi.

Tanpa layanan GMS tentu saja menjadi tantangan tantangan bagi pengguna, terutama saat menggunakan aplikasi yang terhubung dengan layanan GMS. Saat penggguna memesan ojek online dimana petanya diambil dari GMS membuat aplikasi ojol tersebut tidak bisa dipakai.

Tentang pelarangan penggunaan aplikasi Google, Deputy Country Director Huawei Consumer Business Group Indonesia, Lo Khing Seng, mengatakan, “Kalau AS ijinkan, otomatis kami akan mau. Kita ingin kerja sama dengan Android lebih dalam lagi,” ujar Lo di Jakarta.

Tentang kapan Huawei bisa menggunakan aplikasi dari Google ini, Lo Khing Seng, mengatakan hal itu di luar kapasitas dirinya untuk menjawab. “Kalau faktor eksternal, saya nggak bisa jawab. Tapi ini membuat kami kuat. Kami akan membuat ekosistem sendiri. Memakai OS yang lebih ringan. Tapi kalau Amerika Serikat ijinkan otomatis kami mau,” ujar dia.

Meskipun tidak memiliki GMS ketika pengguna membeli ponsel Huawei Mate 30 Pro, tapi ponsel ini dapat menjalankan palikasi Google, meskipun pada beberapa kasus mengalami sedikit kendala. “Aplikasi Google seperti Maps, Chrome bisa digunakan, aplikasi e-commerce bisa digunakan, YouTube saya sendiri bisa log in ke akun saya,” ujar Lo Khing Seng.

Caranya pengguna perlu menggunduh aplikasi google melalui Huawei AppsGallery. Di sini aplikasi GMS tersedia. Sayangnya beberapa aplikasi populer yang digemari konsumen, seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram tidak tersedia di toko aplikasi tersebut.

Agar jumlah pengguna ponselnya semakin besar dan menerima keadaan yang terjadi saat ini, Huawei bekerjasama dengan pengembang aplikasi lokal. Namun demikian, Lo Khing Seng mengakui, tantangannya akan sangat berat menggantikan kebiasaan lama dengan sesuatu yang baru.

Huawei Mate 30 Pro memiliki layar OLED Flex berukuran 6,53 inci dengan resolusi 2400 x 1176 dan rasio aspek 18,4: 9. Di bagian belakang, Mate 30 Pro mengusung quad camera system dengan 40MP Cine Camera, 40MP SuperSensing Camera, 8MP Telephoto Camera, dan satu 3D Depth Sensing Camera.

Huawei Mate 30 Pro yang telah mulai preorder pada 15-22 November 2019 dibanderol pada harga 12,499 juta rupiah. Selama masa preorder, konsumen akan mendapatkan Huawei Freelace dan Huawei Silicon Case seharga 1,3 juta rupiah. hay/E-6

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment