Polri Diminta Tindak Tegas Penyalahgunaan Anggaran Covid-19 | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
HUT Bhayangkara

Polri Diminta Tindak Tegas Penyalahgunaan Anggaran Covid-19

Polri Diminta Tindak Tegas Penyalahgunaan Anggaran Covid-19

Foto : ANTARA/SIGID KURNIAWAN
SAPA PESERTA I Presiden Joko Widodo menyapa peserta upacara secara virtual dalam Peringatan Hari Bhayangkara ke-74 Tahun 2020 dari Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta jajaran kepolisian (Polri) menindak tegas pihak-pihak yang menyalahgunakan anggaran pena­nganan wabah virus korona (Cov­id-19). Polri, kata Presiden Jokowi, ha­rus mengawasi penggunaan anggaran penanganan wabah virus korona.

“Kalau ada potensi masalah, segera ingatkan. Tapi kalau sudah ada niat buruk untuk korupsi, ada mens rea (niat jahat), ya harus ditindak. Silakan digigit saja,” ujar Presiden Jokowi saat membacakan amanat Presiden pada peringatan HUT Bhayangkara, di Ista­na Negara, Jakarta, Rabu (1/7).

Pasalnya, anggaran penanganan Covid-19 di Indonesia cukup besar, yakni mencapai 695,2 triliun rupiah. “Penanganan Covid-19 ini dibantu percepatannya dan diawasi penggu­naan anggaranya. Alokasi dananya cukup besar, yaitu 695,2 triliun rupiah dan bahkan bisa lebih besar lagi jika diperlukan,” ujar Presiden.

Meski demikian, Kepala Negara meminta agar Polri mengedepankan aspek pencegahan dalam pengawas­an anggaran penanganan wabah vi­rus korona. Selain itu, Presiden juga meminta Polri mempererat kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung dalam memberantas praktik korupsi.

“Saya juga perintahkan kepada jajaran Polri, Kejaksaan, KPK, dan lem­baga pengawas internal pemerintahan untuk terus memperkuat sinergi mem­perkuat kerja sama,” tutur Presiden.

Tugas Utama

Pada kesempatan yang sama, Ke­pala Negara tidak lupa mengingatkan personel Polri terhadap tugas utama­nya dalam menjaga keamanan meski saat ini disibukkan dengan tugas pe­nanganan Covid-19.

“Saya ingatkan bahwa Polri akan menghadapi tantangan yang semakin berat dan semakin kompleks, mulai dari kejahatan konvensional, kejahat­an lintas negara, kejahatan berimpli­kasi kontijensi, sampai dengan ke­jahatan terhadap kekayaan negara,” kata Jokowi.

Dia juga meminta Polri tak ber­henti mereformasi diri agar semakin profesional dan modern dalam men­jalankan tugasnya. “Jajaran Polri ha­rus terus mereformasi diri secara to­tal, selalu berupaya memperbaiki diri untuk lebih profesional dan modern. Ubah semua kelemahan menjadi se­buah kekuatan,” lanjut Presiden.

Selain itu, Presiden juga meminta Polri terus meningkatkan kewaspa­daan menjelang Pemilihan Kepala Daerah 2020. “Potensi ancaman sta­bilitas keamanan dalam negeri juga perlu terus diwaspadai terutama menjelang pelaksanaan pilkada se­rentak di akhir tahun 2020 di bulan Desember,” kata Jokowi.

Menurut dia, Polri telah berhasil memastikan agenda Pilkada Serentak 2017 dan 2018 berjalan dengan suk­ses. Namun, Kepala Negara menegas­kan Pilkada 2020 kali ini memiliki tan­tangan yang berbeda. Sebab, pilkada berjalan berbarengan dengan masa­lah pandemi virus korona. n fdl/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment