Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments
Kerusuhan 21–22 Mei - Wiranto Tolak Lindungi Kivlan Zein

Polri: 8 Korban Tewas karena Peluru Tajam

Polri: 8 Korban Tewas karena Peluru Tajam

Foto : ISTIMEWA
BERI KETERANGAN - Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Asep Adi Saputra memberikan keterangan tentang sembilan korban kerusuhan 21–22 Mei 2019,di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/6).
A   A   A   Pengaturan Font
Saat ini, polisi masih melakukan uji balistik terhadap proyektil yang ditemukan dan berkoordinasi dengan lembaga lain.

 

JAKARTA – Delapan dari sembilan korban kerusuhan di Jakarta pada 21–22 Mei 2019 tewas akibat peluru tajam. Satu lainnya meninggal karena hantaman benda tumpul. Em­pat dari delapan korban yang tewas akibat peluru tajam itu merupakan hasil dari proses autopsi yang dilakukan di rumah sakit milik Polri.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Asep Adi Saputra, mengatakan polisi tidak mene­mukan adanya tembakan gan­da pada korban yang diduga perusuh.

“Hasilnya bahwa empat jelas itu merupakan korban meninggal karena adanya peluru tajam. Hasil itu didapat dari proses autopsi yang di­lakukan di rumah sakit milik Polri,” kata Asep saat konfer­ensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/6).

Sementara itu, terhadap lima korban lain, polisi tidak melakukan autopsi karena sudah dibawa oleh pihak ke­luarga. Dari kelima jenazah tersebut, empat orang diindi­kasi kuat juga meninggal kare­na peluru tajam. Satu korban lain diduga meninggal karena hantaman benda tumpul. Ha­sil itu didapatkan dari proses visum luar yang dilakukan rumah sakit lainnya.

“Yang lima (korban lain­nya), empatnya juga diindikasi kuat meninggal karena peluru tajam dan satunya meninggal dunia karena kekerasan benda tumpul,” kata Asep.

Saat ini, polisi masih melakukan uji balistik terha­dap proyektil yang ditemukan dan berkoordinasi dengan lembaga lain.

Polri juga sudah menemu­kan tempat kejadian perkara (TKP) dari lima korban keru­suhan di Jakarta pada 21–22 Mei 2019 itu. Asep Adi Saputra memastikan bahwa TKP yang ditemukan berada di wilayah Petamburan, Jakarta Barat.

“Dari sembilan (korban) yang meninggal dunia ini, su­dah lima yang kita ketahui TKP penemuan korban tersebut. Secara keseluruhan, semuan­ya berada di wilayah Petam­buran,” kata Asep.

Polisi menduga bahwa lima korban tewas yang ditemu­kan di wilayah Petamburan itu merupakan perusuh karena ditemukan di lokasi yang diduga bagian dari skenario kerusuhan.

Sudah Baca

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wi­ranto, mengaku telah meneri­ma surat permohonan perlind­ungan hukum yang diajukan Mayjen (Purn) Kivlan Zen. Kivlan terjerat kasus dugaan makar hingga kepemilikan senjata api ilegal. Wiranto su­dah membaca surat tersebut. Namun, ia mengaku tidak bisa mengintervensi proses hukum terhadap Kivlan yang sedang berjalan.

“Hukum tetap berjalan, tak bisa diintervensi siapa pun. Hukum punya wilayah sendiri, hukum punya aturan sendiri, punya undang-undang sendi­ri. Maka, hukum tetap hukum untuk berjalan sampai tuntas,” ujar Wiranto di Kantor Kemen­ko Polhukam, Jakarta, Senin.

Walaupun demikian, Wi­ranto secara pribadi mengaku sudah memaafkan Kivlan mes­ki namanya menjadi salah satu sasaran dari empat pejabat yang ditarget untuk dibunuh. Ant/P-4

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment