Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Demo di Hong Kong

Polisi Tangkap Pengunjuk Rasa Berpenutup Muka

Polisi Tangkap Pengunjuk Rasa Berpenutup Muka

Foto : AFP/MOHD RASFAN
RINGKUS DEMONSTRAN | Polisi Hong Kong sedang menangkap seorang pria di luar sebuah pusat perbelanjaan di Tai Koo, pada Minggu (13/10). Penangkapan dilakukan terhadap demonstran bermasker penutup muka yang diam-diam melakukan aksi unjuk rasa di berbagai lokasi secara acak untuk menghindari penangkapan oleh polisi.
A   A   A   Pengaturan Font

HONG KONG – Polisi Hong Kong sepanjang Minggu (13/10) sore menangkap seke­lompok pengunjuk rasa yang mengenakan masker penut­up muka yang melakukan ger­akan aksi protes di beberapa wilayah. Hal itu dilaksanakan setelah situasi aksi mulai me­nyurut dan tak lagi terjadi keri­cuhan seperti yang terjadi pada beberapa akhir pekan lalu.

Dalam aksinya, para pen­gunjuk rasa masih melakukan pemblokiran jalan, melempari batu ke jalur kereta, mencorat-coret dan merusak jendela ka­ca beberapa bisnis yang pro terhadap Tiongkok. Namun ke­mudian polisi berhasil mence­gat aksi mereka dan menang­kap beberapa pemrotes yang melakukan aksi anakis.

Penangkapan terjadi di Dis­trik Mongkok dimana mo­bil polisi berhasil menembus barikade bambu yang dipas­ang demonstran lalu mereka mengejar para pengunjuk rasa yang terpojok lalu ditahan.

Di Distrik Tai Po, polisi merangsek masuk sebuah mal yang jadi sasaran corat-coret demonstran setelah tak jauh dari mal itu sebuah gedung pemerintah jadi sasaran van­dalisme.

“Sejauh ini kami hanya menembakkan gas air mata di dua distrik yang jadi lokasi ak­si protes sementara bentrokan singkat terjadi di sekitar 4 lo­kasi,” demikian pernyataan ke­polisian Hong Kong.

Pekan ke-19

Unjuk rasa antipemerin­tah Hong Kong saat ini telah memasuki pekan ke-19. Be­berapa pekan sebelumnya ak­si demonstrasi kerap berujung ricuh dan mengganggu sarana transportasi terutama perjala­nan kereta bawah tanah.

Kericuhan antara demon­stran dan polisi di pusat keuan­gan internasional itu sendi­ri telah mempengaruhi per­ekonomian kota itu. Turis jadi enggan datang, investor lari ke negara lain setelah reputa­si stabilitas di Hong Kong ter­coreng.

Situasi politik kian mema­nas di Hong Kong setelah per­ingatan hari berdirinya Repub­lik Rakyat Tiongkok ke-70 ta­hun pada awal Oktober lalu dan setelah pemimpin ekse­kutif Hong Kong memberlaku­kan undang-undang daru­rat era kolonial yang melarang pengunjuk rasa mengenakan masker penutup muka dalam setiap aksi protes.

Saat ini pun demonstran menuntut dilakukannya pey­elidikan secara indepen­den terhadap polisi, pembe­rian amnesti bagi lebih dari 2.500 warga yang ditahan saat demonstrasi, serta mengaju­kan permintaan hak pilih yang universal. ang/AFP/I-1

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment