Koran Jakarta | November 19 2019
No Comments
Kerusuhan 22 Mei

Polisi Sudah Bekerja Profesional

Polisi Sudah Bekerja Profesional

Foto : ANTARA
A   A   A   Pengaturan Font

PONTIANAK – Ketua Ger­akan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD, menilai aparat kepolisian sudah berlaku pro­fesional dan terukur dalam menangani aksi 22 Mei.

“Sampai polisinya diejek pun masih tetap sabar dan mengamankan keadaan,” kata Mahfud, saat menghadiri ha­lalbihalal bersama Ikatan Ke­luarga Besar Madura (IKBM) Kalbar, di Pontianak, Kali­mantan Barat, Minggu (16/9).

Menurut dia, kepolisian telah melindungi pengunjuk rasa yang melakukan aksinya secara damai, sampai melaku­kan salat Tarawih bersama. Ti­ba-tiba setelah semua tenang, datang perusuh.

“Semua yang dilakukan, termasuk penangkapan orang-orang, penetapan tersangka, berdasarkan bukti visual serta pengakuan orang yang telah tertangkap,” ucap dia.

Sementara itu, survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa mayoritas publik menilai, kondisi penegakan hukum cukup baik sebelum dan sesudah kerusuhan 21–22 Mei 2019. Dalam survei, SMRC menanyakan kepada re­sponden mengenai kondisi penegakan hukum secara na­sional pada 20 April hingg 1 Juni 2019.

“Hasilnya, mayoritas atau 45 persen responden mnilai penegakan hukum dalam kondisi baik,” ujar peneliti SMRC, Sirajuddin Abbas, dalam pemaparan survei, di Kantor SMRC, Jakarta, Minggu.

Selain itu, 4 persen mengatakan sangat baik pada April dan 3 persen me­nyatakan kondisinya sangat baik pada Juni 2019. Kemu­dian, yang menjawab sedang, sebanyak 28 persen pada April, dan 27 persen pada Juni. Adapun yang menjawab penegakan hukum kondisinya buruk ada sebanyak 18 persen pada April, dan 19 persen pada Juni. Kemudian, masing-masing 2 persen yang menjawab sangat buruk. Se­lain itu, terdapat 4 persen pada April dan 5 persen pada Juni 2019 yang tidak menjawab atau tidak tahu.

Survei mengenai opini publik ini dilakukan pada 20 Mei–1 Juni 2019. Pendanaan survei ini dibiayai sendiri oleh SMRC. SMRC melibatkan 1.078 responden yang dipilih secara acak.

Responden adalah pen­duduk Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah memiliki hak pilih dalam pe­milihan umum. Pengambi­lan data dilakukan wawacara tatap muka secara langsung oleh pewawancara yang su­dah terlatih. Adapun margin of error dalam penelitian ini sebesar lebih kurang 3,05 persen. Ant/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment