Koran Jakarta | September 24 2019
No Comments
Perombakan Kabinet Jepang

PM Abe Pilih Tokoh Populer Masuk Kabinet

PM Abe Pilih Tokoh Populer Masuk Kabinet

Foto : ISTIMEWA
Shinjiro Koi­zumi
A   A   A   Pengaturan Font

TOKYO - Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe pada Rabu (11/9) merombak kabinet dan memilih tokoh politik yang sedang naik daun,Shinjiro Koi­zumi, anak dari mantan PM Ju­nichiro Koizumi.

PM Abe menunjuk Koizu­mi, 38 tahun, yang amat popu­ler di mata publik Jepang, seba­gai Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Yoshiaki Hara­da. Perombakan dilakukan saat era kepemimpinan PM Abe mendekati masa akhir.

“PM Abe sepertinya berniat memulai kebijakan secara terbuka bagi suksesornya yang akan menduduki perdana menteri berikutnya,” kata Yoshimasa Maruyama, seorang ekonom dari SMBC Nikko Securities.

Sebagai sosok yang dicintai di Jepang, Koizumi mendapat sorotan luas saat menikahi pre­senter televisi Christel Takiga­wa. Pengumuman pernikahan mereka bahkan disampaikan di Kantor PM Abe.

Koizumi adalah menteri termuda ketiga yang masuk kabinet Jepang sejak berakhirnya Perang Dunia II. Dalam dunia politik Jepang, sosok muda relatif sulit masuk ke kabinet karena kuatnya budaya senioritas.

Meski terus disorot media, Koizumi cenderung enggan mengungkapkan pandangan­nya mengenai beragam isu ter­kini di Jepang, termasuk soal nuklir. Publik Jepang masih be­lum tahu apakah Koizumi akan mengikuti jejak ayahnya yang memposisikan diri sebagai so­sok antinuklir.

Adapun Menteri Ekonomi Toshimitso Motegi, 63 tahun, yang reputasinya dikenal se­bagai negosiator tangguh akan menempati posisi menteri luar negeri di kabinet reshuffle Abe. Taro Kono yang sebelumnya menjabat sebagai menteri luar negeri, akan menempati posisi barunya sebagai menteri perta­hanan di kabinet baru ini.

Orang Kepercayaan

PM Abe mempertahan­kan pengabdian dari rekan ke­percayaannya, Taro Aso seba­gai wakil perdana menteri dan menteri keuangan, serta Yoshi­hide Suga sebagai sekretaris kepala kabinet yang kuat. PM juga mempertahankan seku­tu dan pembantu kunci dalam kabinet, serta lapisan atas par­tai untuk menopang posisinya selama dua tahun ke depan.

Pemerintah Abe siap un­tuk menaikkan pajak konsum­si dari delapan persen men­jadi 10 persen pada 1 Oktober, di tengah kekhawatiran ini da­pat menghambat laju pada ekonomi terbesar ketiga di du­nia itu. Dia juga berharap un­tuk mencapai ambisinya yang telah lama dihargai untuk mengubah konstitusi Jepang pascaperang untuk mengubah status Pasukan Bela Diri nega­ra itu.

Abe juga mempertahankan Sekretaris Jenderal LDP Toshi­hiro Nikai, yang memiliki kon­tak mendalam di Tiongkok, saat Jepang bersiap untuk kun­jungan kenegaraan yang di­harapkan oleh Xi Jinping pada 2020.  ang/AFP/I-1

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment