Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments

PLN Antisipasi Ancaman Banjir

PLN Antisipasi Ancaman Banjir

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT. Perusahaan Listrik Negara Distribusi Ja­karta Raya (PLN Disjaya) menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi musim hujan. Bahkan, antisipa­si dini lebih cepat dilakukan tahun ini demi menghindari terjadinya pemadaman listrik serta ancaman keselamatan nyawa pelanggan karena sengatan arus listrik.

General Manager (GM) PLN Disjaya Ikhsan Asaad me­ngatakan, PLN sudah meninggikan gardu-gardu PLN. "Ada 189 gardu yang telah kita tingikan, tingginya ada yg sam­pai 1,5 hingga 2 meter (m) untuk menghindari genangan banjir,"ungkapnya dalam konferensi persnya di Jakarta pada Kamis (7/11).

Disebutkan Ikhsan bahwa ada 14 ribu gardu distribusi listrik di Jakarta. Lalu ada 8 subsistem dengan total kpasi­tas 10.770 mega watt (mw). Gardu-gardu itu berlokasi di seluruh kota, baik kelurahan maupun RT dan RW. Gardu-gardu itulah yang menghantarkan listrik dari pembangkit ke rumah- rumah penduduk. Perusahaan kelistrikan itu berupaya agar gardu-gardu induk jauh dari genangan ban­jir. Soalnya jika gardu induk tergenang akan berdampak ke pelanggan di sebagian wilayah Jakarta. Beda dengan gardu distribusi yang dampaknya kecil, yakni hanya ke sekitar 200 pelanggan.

Selain meninggikan infrastruktur kelistrikan, PLN Disja­ya juga terang Ikhsan menginspeksi jaringan-jaringan kelis­trikan, terutama kabel-kabel tegangan rendah yang masuk ke rumah penduduk, yang terkelupas agar tidak memba­hayakan. Selain di rumah, pengecekan juga dilakukan di dekat lalu lintas warga, baik di halte, tempat penyeberan­gan ataupun area lainnya yang rawan dilintasi pejalan kaki termasuk pasar.

Kabel-kabel yang terkelupas berpotensi mengeluarkan sengatan listrik. "Kami tidak ingin seperti tahun lalu yang ada kecelakaan, berteduh di bawah tiang listrik juga misal­nya bisa membahayakan,"kata Ikhsan.

ers/E-12

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment