Platform Modal Usaha Urun Daya bagi Industri Kreatif | Koran Jakarta
Koran Jakarta | February 20 2020
No Comments
Teknologi Finansial

Platform Modal Usaha Urun Daya bagi Industri Kreatif

Platform Modal Usaha Urun Daya bagi Industri Kreatif

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Para pelaku industri kreatif dapat memanfaatkan modal segar para investor melalui platfrom tekfin daring. Mereka dapat memperoleh dana segar secara cepat dengan skema bagi hasil keuntungan.

Pada era ini, urun daya (crowd funding) menjadi salah satu cara perusahaan teknologi finansial (tekfin) dalam mencari investor secara mudah. Tekfin menawarkan royek bisnis dengan bagi hasil keuntungan kepada investor.

Menurut Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf ) pada 2017, sebesar 92,37 persen pelaku industri kreatif di Indonesia masih mengandalkan modal pribadi dan belum menerima akses permodalan dari pihak lain selain Bank.

Hal ini menandakan para pelaku industri masih kesulitan dalam mendapatkan modal. Masih sulitnya sektor kreatif dalam mendapatkan pinjaman modal digarap oleh PT Likuid Dana Bersama (“Likuid”).

Perusahaan ini menawarkan pinjaman dana kepada enam subsektor industri kreatif seperti kuliner, hiburan (film, serial, dan konser), e-sports, kecantikan, kesehatan, dan startup. CEO dan Founder Kenneth Tali menuturkan produk industri kreatif dan gaya hidup sangat dekat dengan masyarakat. Inovasi produk dan pelaku usaha industri ini juga terus meningkat.

“Oleh karena itu, kami percaya bahwa untuk memperkuat industri ini diperlukan partisipasi masyarakat luas, tidak hanya sebagai konsumen namun juga sebagai investor,” ujar dia di Jakarta, Kamis (6/2) lalu.

Caranya, pertama Likuid mengkurasi serta menganalisa potensi dan risiko proyek bisnis secara menyeluruh guna menjawab keraguan masyarakat selaku calon investor. Setelah diperoleh nilai positif selanjutnya tekfin ini mencarikan dana secara urun dana dari investor melalui platform daring.

Saat ini misalnya Likuid sedang menawarkan beberapa proyek kepada investor untu didanai seperti film Dealova 2 dari rumah produksi film dan karya visual PT Capo dei Capi (“Capo dei Capi”), dan penempatan Iklan dari platform marketplace media iklan dan promosi PT ADX Asia Indonesia (“ADX Asia”).

Dua proyek lainnya yang sedang dalam tahap finalisasi kerja sama, yaitu Pembukaan Jaringan Baru Minuman “Gulu-Gulu” dari produsen makanan dan minuman PT Berjaya Sally Ceria (“Sour Sally Group”), dan Perhelatan Konser dan Pertandingan Olahraga skala Internasional dari penyedia jasa konsultasi dan promotor acara PT Stellar Indonesia (“Stellar Indonesia”).

Untuk menghadirkan skema pendanaan bisnis dan investasi yang ideal bagi kedua belah pihak, Likuid menciptakan skema proyek pembiayaan berbasis bagi hasil (revenue sharing) atau pembagian pendapatan dan pembagian keuntungan, di mana potensi imbal hasil untuk investor sebesar 12 persen hingga 20 persen.

Dengan skema yang ditawarkan memungkinkan investor dapat berinvestasi secara kolektif dengan minimal pendanaan 100 ribu rupiah. Ketentuan minimal dana investasi yang relatif rendah ini sekaligus menunjukkan upaya Likuid agar kesempatan investasi ini berlaku bagi semua kalangan masyarakat. Dengan proyek-proyek tersebut Likuid menargetkan menjaring 2.500 pengguna dalam kurun waktu empat bulan usai resmi meraih status terdaftar dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Saat ini Likuid beroperasi dengan status tercatat di regulatory sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Juli 2019. “Demi memberikan dampak produktivitas yang visible bagi industri ini, Likuid menargetkan dapat menyalurkan pendanaan sebesar 40 miliar rupiah di tahun 2020. Di tahap awal ini, Likuid telah mempersiapkan empat proyek pendanaan perdana yang segera diluncurkan ke publik” papar Kenneth.

Menurut CEO dan Founder Sour Sally Group, Donny Pramono, “Skema pendanaan bisnis yang ditawarkan Likuid dapat membantu usahanya untuk berkembang secara mandiri tanpa harus mengandalkan modal yang diperoleh dari pendapatan bisnis yang sudah berjalan,” ujar dia.

Pendanaan secara urun daya dari Likuid diharapkan akan membantu Sour Sally Group untuk penambahan cabang retail Gulu-Gulu di wilayah luar Jakarta dan luar Pulau Jawa.

Apalagi sejauh ini produk-produk Gulu- Gulu mendapat penerimaan yang amat baik dari masyarakat dengan jaringan yang sudah mencapai 121 cabang di seluruh Indonesia. Sektor lainnya dinilai tak kalah potensial adalah bisnis promotor acara.

Berpengalaman sebagai salah satu pelaksana ASIAN Games 2018 lalu, Creative Director Stellar Indonesia Fajar Faisal optimistis konsumsi masyarakat terhadap perhelatan acara hiburan, seni, dan olahraga ke depannya akan terus meningkat.

“Saat ini Indonesia menjadi salah satu destinasi negara favorit di Asia untuk sejumlah musisi internasional. Salah satu konser internasional yang sukses kami selenggarakan ialah Konser Musisi Jennifer Lopez “JLO Dance Again World Tour” yang mampu menyerap 12,000 penonton pada tahun 2012,” ujar dia.

Untuk Usaha Kecil Pendanaan model urun daya juga dilakukan untuk menyasar mereka yang membutuhkan pertolongan dan usaha kecil yang membutuhkan modal. BenihBaik. com misalnya menggunakan cara ini untuk mempertemukan orang-orang yang membutuhkan bantuan dengan orang-orang yang ingin berbuat baik untuk membantu sesama.

Platform BenikBaikcom ditujukan membantu untuk bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, budaya, bencana alam, dan bantuan sosial lainnya. Kedua, pilar yang berkaitan dengan kegiatan usaha, terutama yang berkaitan dengan kewirausahaan sosial (socioprenership). “Dari sekitar 260 juta penduduk Indonesia, 10 persen masih hidup di bawah garis kemiskinan.

Artinya sekitar 26 juta orang masih belum menikmati hidup layak. Mereka perlu dibantu,” ujar CEO Benih- Baik.com Andy F. Noya. Ia mengatakan selain program sosial, pengusaha- pengusaha kecil bisa memanfaatkan BenihBaik. com untuk menjual produkproduk mereka sekaligus sarana bagi investor untuk investasi pada UMKM yang terpilih untuk mendapatkan pendanaan.

BenihBaik.com diharapkan dapat berperan signifikan dalam upaya membantu warga masyaraskat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan karena tahun lalu karkter orang Indonesia yang ringan tangan untuk menolong sesama.  hay/S-2

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment