Pimpin Sidang di Markas PBB, RI Dorong Stabilisasi Guinea-Bissau | Koran Jakarta
Koran Jakarta | September 19 2020
No Comments

Pimpin Sidang di Markas PBB, RI Dorong Stabilisasi Guinea-Bissau

Pimpin Sidang di Markas PBB, RI Dorong Stabilisasi Guinea-Bissau

Foto : Dok PTRI New York
Wakil Tetap RI di New York, Dubes Dian Triansyah Djani, saat memimpin pertemuan DK PBB mengenai Guinea-Bissau yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat pada Senin (10/8).
A   A   A   Pengaturan Font

NEW YORK – Indonesia dorong stabilisasi Guinea-Bissau saat memimpin pertemuan DK PBB mengenai Guinea-Bissau, yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat pada Senin (10/8).

Pertemuan tersebut menghadirkan pembicara Kepala Misi PBB di Guinea-Bissau (UNIOGBIS), Rosine Sori-Coulibaly; Direktur UN Office for Drugs and Crime (UNODC), Ghada Fathi Waly; dan Ketua Peacebuilding Commission/Deputi Wakil Tetap Brazil, Joao Genesio de Almeida Filho.

“Semua pihak di Guinea-Bissau perlu terus bekerja sama melanjutkan berbagai upaya reformasi dan mengatasi tantangan keamanan, guna mewujudkan stabilitas dan pembangunan bagi seluruh rakyat", demikian disampaikan Wakil Tetap RI di New York, Dubes Dian Triansyah Djani, seperti dikutip dari laman kemlu.go.id pada Rabu (12/8).

Guinea-Bissau masih dalam proses transisi politik setelah pemilihan presiden pada Desember 2019. Situasi politik dan ekonomi yang masih rentan, serta dampak Covid-19 menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintahan baru di bawah Perdana Menteri Nuno Nabiam.

Selain itu, negara di Afrika Barat ini masih perlu mengatasi masalah perdagangan narkotika ilegal, di mana Guinea-Bissau menjadi salah satu tempat transit narkotika dari Amerika Selatan menuju Eropa.

Negara-negara anggota DK PBB menekankan pentingnya melanjutkan agenda reformasi, termasuk reformasi konstitusi, UU Pemilu, dan UU mengenai Partai Politik. Pembentukan pemerintahan baru dan pengesahan program kerja di bawah Perdana Menteri Nabiam menjadi momentum kemajuan yang perlu dijaga.

Pertemuan DK PBB mengenai Guinea-Bissau menjadi salah satu pertemuan di bawah Presidensi Indonesia pada Agustus mengenai isu Afrika. Sebagaimana rekam jejak Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB dari 2019, Indonesia selalu konsisten menunjukkan keberpihakan terhadap negara-negara Afrika, sejalan dengan semangat Konferensi Asia Afrika. I-1

 

 

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment