Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments

Pesan untuk Anak Indonesia yang Hebat

Pesan untuk Anak Indonesia yang Hebat

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Judul : 20 Pesan Cerita Hebatkan Anak Indonesia
Penulis : Faedah Puspa, Ian, Siti Maulid Dina, dkk
Penerbit : Kinomedia
Cetakan : Pertama, September 2019
Tebal : x + 180 halaman
ISBN : 978-602-0859-34-7

Seperti apa anak Indonesia yang hebat itu? Sebuah pertanyaan yang sering kita tanyakan dalam benak. Jawabannya pun mungkin ada dalam 18 nilai-nilai pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang dicetuskan Dinas Pendidikan Nasional. Maka sejak tahun ajaran 2011, seluruh tingkat pendidikan diwajibkan menyisipkan pendidikan budaya dan karakter tersebut.

Buku kumpulan cerita anak 20 Pesan Cerita Hebatkan Anak Indonesia karya Faedah Puspa, Ian, Siti Maulid Dina, dkk ini secara keseluruhan memuat cerita mengandung pesan 18 nilai. Mereka adalah religiositas, kejujuran, toleransi, kedisiplinan, kerja keras, kreativitas, kemandirian, dan demokratis. Kemudian, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.

Cerita pertama Tugas Istimewa Zahra, dibuka Bu Rahma, guru bahasa Indonesia yang kecewa dengan Zahra, siswanya, karena belum mengumpulkan tugas teks petunjuk lantaran setiap pulang sekolah harus membantu Ibunya berjualan gorengan di depan rumah sampai malam. Di kala susah inilah, kedua teman Zahra siap membantu. Shofa dan Ranaa membantu mencarikan ide mengerjakan tugas. Mereka kreatif dengan menjadikan kulit pisang menjadi bahan utama pembuatan tugas. Selain tugas Zahra selesai, dia bisa menjual keripik kulit pisang di sekolah. Dari sini, Zahra dapat mengambil pelajaran agar tidak menunda-nunda tugas.

Dalam cerita Rezeki dari Majalah Bekas, menceritakan Asri yang gemar membaca menulis. Asri berasal dari keluarga tidak mampu sehingga membeli buku bekas. Berbeda dengan Mirna, teman sekelasnya, yang selalu pamer karena dari keluarga kaya dan memiliki koleksi buku. Mirna tidak membolehkan Asri dan teman lainnya meminjam buku. Dia bahkan sering menyindir Asri yang gemarnya meminjam, bukannya membeli sendiri.

Walaupun begitu, niat Asri untuk membaca buku tak pernah padam. Apa saja dilalapnya, baik itu koran, majalah, maupun buku pelajaran. Asri tak pernah ciut dan malu. Dia membeli majalah bekas di lapak untuk belajar membaca. Dia ingat pesan gurunya, kalau ingin tulisan bagus, banyaklah membaca.
Asri menulis berbagai macam dalam diari, tentang ayah, ibu, sahabat, pelajaran susah, keinginan, dan tentang Mirna (hal 16). Dengan membeli buku dan majalah bekas, dia menjadi tahu banyak tentang dunia tulis-menulis. Ibu guru juga pernah bilang, dengan menulis, bisa mendapat rezeki.

Asri semakin terpacu dengan ucapan gurunya (hal 17). Berawal dari sinilah, Asri menjadi juara dua lomba penulisan dalam rangka Hari Buku Nasional. Teman-temannya tak menyangka bakat Asri yang telah mengharumkan sekolah. Mereka juga ingin menulis dan berprestasi sepertinya, terutama Mirna yang merasa bersalah karena sering mengejek.
Dalam cerita berjudul Kado untuk Ibu, diulas kakak beradik Amel dan Lia yang gemar menabung. Mereka berlomba mengumpulkan uang di celengan karena ingin memberi hadiah ulang tahun Ibu. Sesuai dengan kesepakatan, yang tabungannya paling banyak membeli buku serba-serbi menyulam.

Lainnya, membeli pemindangan. Amel pun menjadi pemenangnya. Saat dalam perjalanan membeli hadiah untuk Ibu, Amel melihat seorang anak menangis di pinggir jalan karena kehilangan uang. Padahal uangnya untuk beli obat Ibunya. Amel pun merelakan uangnya untuk diberikan pada anak itu. Amel kembali ke rumah tanpa hadiah untuk Ibunya.

Sedangkan Lia sudah memberikan hadiah. Amel pun menangis di pelukan Ibunya. Dia meminta maaf karena tidak memberikan hadiah. Amel hanya bisa mendoakan Ibu. Ibunya pun tidak mempermasalahkan, sebab kado terbesar seorang Ibu adalah doa dari anak-anaknya. Diresensi Umi Salamah, Mahasiswi Institut Agama Islam Nadhlatul Ulama Kebumen

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment