Perwira TNI/Polri Harus Cerdas dan Lincah Hadapi Tantangan ke Depan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 13 2020
No Comments
Perintah Presiden

Perwira TNI/Polri Harus Cerdas dan Lincah Hadapi Tantangan ke Depan

Perwira TNI/Polri Harus Cerdas dan Lincah Hadapi Tantangan ke Depan

Foto : ANTARA/INDRIANTO EKO SUWARSO
BERIKAN PEMBEKALAN I Presiden Joko Widodo memberikan pembekalan kepada Capaja Taruna dan Taruni TNI-Polri secara virtual di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/7) disaksikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (ketiga dari kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua dari kanan).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengingatkan ca­lon perwira remaja (Capaja) akademi TNI dan Polri 2020 bahwa tantangan ke depan jauh lebih dinamis, lebih be­rat, dan lebih kompleks. Kita tidak bisa lagi berpikir dengan cara biasa-biasa saja, tidak bisa lagi menggunakan cara be­kerja yang monoton, tidak bisa lagi dengan kemampuan yang standar-standar saja.

“Para perwira TNI dan Polri masa depan harus memiliki si­kap mental dan cara kerja yang tidak biasa-biasa saja, harus semakin cerdas dan lincah da­lam menghadapi perubahan itu,” kata Jokowi saat membe­ri pembekalan secara virtual kepada para Capaja TNI-Polri dari Istana Bogor, Rabu (8/7).

Para Capaja TNI-Polri sudah ditempa selama empat tahun dengan kedisiplinan tinggi serta keahlian dan keterampilan yang mumpuni. Untuk bisa lulus dari tempaan itu tidaklah mudah.

Namun, Presiden meng­ingatkan dunia telah berubah dengan cepat. Disrupsi teknolo­gi telah berdampak pada semua sektor kehidupan. Penerapan otomatisasi, artificial inteli­gence dan big data mengalami percepatan dan semakin diper­cepat oleh terjadinya pandemi Covid-19 saat ini. Hal tersebut berlaku juga di dunia milter.

“Teknologi militer juga ber­kembang dengan cepat. Tekno­logi militer terkini menggabung­kan instrumen persenjataan dengan menggunakan kecer­dasan buatan, teknologi otoma­tisasi dan teknologi sensor yang mengarah pada penginderaan jarak jauh semakin canggih, komputasi kuantum juga telah mengarahkan pada sistem sen­jata yang otonom serta perta­hanan siber,” kata Jokowi.

Seiring dengan berkembang­nya teknologi maka tantangan kejahatan yang dihadapi juga sangat berat. Kejahatan meng­gunakan teknologi canggih dan kejahatan siber lintas negara memerlukan kemampuan an­tisipasi dan mitigasi lebih baik.

“Saat ini, para calon perwira TNI-Polri harus melek teknolo­gi. Cepat beradaptasi dan selalu berpikir inovatif dan harus lebih baik dan lebih cepat dibanding­kan yang lain,” tutur Presiden.

Jaga Persatuan

Pada kesempatan itu, Presi­den juga mengingatkan Capaja akademi TNI dan Polri 2020 te­tap konsisten berpegang pada ideologi negara, Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Para Capaja harus konsisten pada tujuan besar, memiliki jiwa ksatria dan pantang mun­dur, serta selalu optimistis pada kejayaan dan kemajuan bangsa.

Kepala Negara juga berpe­san agar para Capaja selalu merawat semangat persatuan kesatuan, semangat persauda­raan dan gotong royong, serta harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada rakyat, bangsa, dan negara.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjah­janto mengatakan Capaja aka­demi TNI dan Polri tidak boleh lengah mengantisipasi ancam­an biologis, misalnya penye­baran Covid-19 yang terjadi sekarang ini.

“Ancaman faktual ini ter­bukti telah memberikan dam­pak kerusakan terhadap tatan­an dunia dan kemanusiaan. Selama vaksin dan obatnya belum ditemukan, maka kita tidak boleh lengah,” ujar Hadi saat memberikan pembekalan virtual kepada 750 Capaja. fdl/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment