Koran Jakarta | August 20 2019
No Comments
Strategi Bisnis

Perusahaan Vape Bangun Pabrik USD10 Juta

Perusahaan Vape Bangun Pabrik USD10 Juta

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT NCIG Indonesia Mandiri berencana akan membangun pabrik untuk lini produksi liquid vape pada tahun ini di Bandung, Jawa Barat. Untuk fase pertama dana investasi yang akan digelontorkan 10 juta dollar AS (USD). Kapasitas pabrik diperkirakan akan memproduksi Pod atau closed system vape device untuk rokok elektrik yang diisi dengan liquid vape sebanyak 1 juta unit per bulan.

Chief of Executive Officer (CEO) NCIG Internasional, Shariffuddin Bujang, mengatakan investasi ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan beberapa pihak. “Jadi nanti ada dua fase. Fase pertama menyediakan dana investasi 10 juta dollar AS untuk lini bisnis. Fase kedua mengekspor ke beberapa negara Asia,” ungkapnya di Jakarta, Jumat (22/3).

Diharapkan rencana ekspor tersebut akan terealisasi pada tahun 2020. “Kalau siap kami akan fokus untuk lokal dan ekspor,” ucap dia. Sementara itu, President Director NCIG Indonesia Mandiri, Roy Lefrans, menyatakan kemungkinan pabrik bisa rampung dalam kurun waktu enam bulan. Dengan begitu, pihaknya memperkirakan pada September 2019 mulai bisa beroperasi. “Bangun pabriknya enam bulan dari sekarang,” ucapnya.

Produk NCIG dijual dengan harga kisaran 600.000 rupiah yang dipasarkan secara ketat untuk konsumen dewasa sesuai batas usia merokok atau di atas 18 tahun. Tidak menutup kemungklnan untuk jangka panjangnya akan dijual sebagai produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Saat ini, NCIG Indonesia Mandiri menggandeng PT YNOT Kreasi Indonesia untuk melakukan produksi e-liquid dan pengepakan catridge (N Pod) NCIG.

Menurut Roy, ke depan masih ada kerja sama pembangunan pabrik dengan YNOT Kreasi Indonesia, apalagi lahan pabrik tersebut berada tidak jauh dari pabrik YNOT Kreasi Indonesia. Sebelumnya, YNOT Kreasi Indonesia telah meresmikan pabrik yang digunakan untuk memproduksi cairan vape di Kawasan Industri Cibaligo, Cimahi, pada Agustus tahun lalu.

Pabrik tersebut memproduksi cairan vape untuk 12 merek dengan 32 varian rasa. Mayoritas rasa yang ditawarkan adalah creamy dan fruity. Untuk ukuran sendiri, YNOT Kreasi Indonesia hanya memproduksi kemasan 60 mililiter yang dipasaran dijual dengan harga kisaran 100 ribuan rupiah. Dalam sehari, YNOT Kreasi Indonesia mampu memproduksi 15 ribu hingga 20 ribu botol cairan vape.

Untuk sebulannya, maksimal produk yang diproduksi bisa mencapai 250 ribu botol. NCIG Indonesia Mandiri merupakan perusahaan bentukan produsen vape asal Malaysia, Nasty Worldwide Sdn Bhd, dan produsen lokal Indonesia, HEX.

Sebagai informasi, Nasty Worldwide merupakan perusahaan liquid vapor yang berdiri sejak 2015. Nasty Juice telah menjangkau pasar rokok elektrik di 72 negara di antaranya Amerika, Eropa, Inggris, Polandia, dan Prancis. 

 

yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment