Koran Jakarta | October 20 2018
No Comments
Strategi Bisnis

Perusahaan Jasa Keamanan “Go Public” di BEI

Perusahaan Jasa Keamanan “Go Public” di BEI

Foto : Koran Jakarta / M Fachri
Penawaran Umum - Dari kiri: Direktur PT Shield-On Service Tbk, Iwan Sutanto, Direktur Utama Herman Julianto, dan Direktur Prasetyo Wibowo saat penawaran umum saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/10).
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA - PT Shield on Service Tbk (SOS) perusahaan yang bergerak di bidang penyedia jasa keamanan (security services), perawatan gedung (facility solutions), sumber daya manusia (professional employee services), dan manajemen parkir (parking management) akan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO).

Perseroan menawarkan sebanyak- banyaknya 150 juta saham atau sebanyak-banyaknya 23,08 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Perseroan menawarkan harga IPO berkisar antara 250- 275 rupiah, disertai dengan penerbitan waran dengan rasio 1:1. Untuk waran, Perseroan menerbitkan sebanyak-banyaknya 150 juta waran.

Perseroan mengincar dana segar IPO sebesar 37,5-41,25 miliar rupiah. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Sinarmas Sekuritas. Direktur Sinarmas Sekuritas, Kerry Rusli, mengatakan valuasi harga IPO mencerminkan price earning ratio (PER) tahun ini sebanyak 8,9 kali.

Sementara PER tahun depan diharapkan sebanyak 6,3 kali. “Dana IPO untuk pelunasan utang dan penyertaan ke entitas anak HRP (PT Human Resouce Provider),” ungkapnya di Jakarta, Rabu (10/10). Menurut Kerry, saat ini pihaknya masih mencari investor strategis yang akan menyerap IPO Perseroan.

Sebab, ke depan Perseroan mau mengembangkan usahanya agar lebih luas lagi. “Kalau perusahaan dari asing ada ISS. Sedangkan kalau lokal tidak ada penyedia jasa tenaga kerja seperti ini,” imbuhnya.

Perseroan menargetkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diperoleh pada tanggal 19 Oktober 2018. Masa penawaran umum akan dilangsungkan pada tanggal 24-26 Oktober 2018. Pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan pada tanggal 2 November 2018.

Pelunasan Utang

Direktur Utama SOS, Herman Julianto, mengatakan dana yang diperoleh dari IPO rencananya sekitar 71,23 persen untuk pelunasan utang AB Sinarmas Multifinance. Lalu, sekitar 20,61 persen untuk penyertaan saham pada PT Human Resouce Provider (HRP).

Sisanya sekitar 8,16 persen untuk modal kerja. “Kami sebagai salah satu perusahaan integrated corporate solution terbesar di Indonesia, berkeyakinan bahwa IPO ini akan mendukung visi perusahaan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang handal di Indonesia,” jelasnya. yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment