Koran Jakarta | December 15 2017
No Comments
Aksi Korporasi

Perusahaan Asuransi Tertua Serap Dana IPO Rp31 Miliar

Perusahaan Asuransi Tertua Serap Dana IPO Rp31 Miliar

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – Perusahaan asuransi tertua di Indonesia, PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham MTWI setelah melalui proses penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Perseroan melepas 310 juta saham ke publik atau 20,32 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga IPO dibandrol 100 rupiah per saham, dengan demikian Perseroan menghimpun dana segar IPO sebesar 31 miliar rupiah. Pada debut perdananya, saham MTWI dibuka menguat 20 poin atau 20 persen ke level 120 rupiah, setelah itu kembali menguat ke level 150 rupiah.

Saham MTWI ditransaksikan sebanyak 1 kali dengan jumlah volume mencapai 313 lot saham bernilai sebesar 3,76 juta rupiah. Komisaris MTWI, Ilham Habibie mengatakan saham Perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 2,1 kali. Dengan meraih kelebihan permintaan tersebut menjadi momentum untuk mengelola Perseroan sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG). “IPO kami oversubscribed 2,1 kali.

Kami ucapkan terima kasih pada investor yang mendukungnya,” ungkap dia di Jakarta, Rabu (11/10). Dana hasil IPO akan digunakan sebagai modal kerja untuk memperkuat struktur permodalan. Perseroan pada awalnya bernama PT Asuransi Wuwungan yang didirikan pada 1952. Keluarga Habibie masuk ke dalam perusahaan pada tahun 80-an. Hal itu dilakukan karena ada kedekatan antara keluarga Habibie dengan keluarga pemilik perusahaan. “Kami dari keluarga masuk ke perusahaan itu di 1980-an.

Kebetulan keluarga Habibie sa- ngat dekat. Kami sama-sama dari Sulawesi Utara, satu dari Manado satu dari Gorontalo,” jelas Ilham. Premi Meningkat Sedangkan Direktur Utama MTWI, Vientje Harijanto menuturkan pada tahun ini Perseroan menargetkan premi asuransi sebesar 195 miliar rupiah. Target premi tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 171 miliar rupiah. “Hingga September 2017, premi kami telah mencapai 142 miliar rupiah. Target tahun ini 195 miliar rupiah,” tutur dia. Pada tahun depan, Perseroan menargetkan premi sebesar 220 miliar rupiah.

Target premi tahun depan dilakukan secara konservatif karena melihat pada kondisi pertumbuhan industri asuransi di Indonesia masih lesu. “Kondisinya lagi lesu dan kami sebagai pemain baru harus hati-hati ketika masuk ke market,” imbuh Vientje. Perseroan pun akan memfokuskan penjualan pada produk digital sehingga bisa dilakukan melalui mobile apps, yakni Malacca Easy. Saat ini aplikasi Malacca Easy digunakan untuk mengganti proses pembuatan polis. “Jadi kalau ada orang yang mau beli polis dengan simple risk bisa langsung lewat app dan polis dikirim ke email dalam menit atau untuk claim,” imbuh dia. yni/AR-2

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment