Koran Jakarta | November 22 2017
No Comments
DISKONTO

Pertumbuhan Harga Properti Residensial Melambat

Pertumbuhan Harga Properti Residensial Melambat

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA AKARTA AKARTAAKARTA – Hasil survei harga properti residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) pada triwulan III-2017 mengindikasikan bahwa harga properti residensial di pasar primer tumbuh, meskipun melambat jika dibandingkan triwulan sebelumnya.

Hal itu tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) triwulan III-2017 yang tumbuh sebesar 0,50 persen (qtq), lebih rendah dibandingkan 1,18 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya. “Kenaikan harga properti terjadi pada semua tipe rumah, dengan kenaikan terbesar pada rumah tipe menengah,” sebut BI.

Berdasarkan wilayah, kenaikan tertinggi terjadi di Bandar Lampung. Secara tahunan, indeks harga properti juga tumbuh sebesar 3,32 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan 3,17 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Sementara itu, volume penjualan properti residensial juga mengalami peningkatan sebesar 2,58 persen (qtq), walaupun masih melambat jika dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 3,61 persen (qtq).

“Hal tersebut sejalan dengan masih terbatasnya permintaan terhadap rumah hunian, di samping faktor suku bunga KPR yang masih relatif tinggi,” sebutnya.

Sebagian besar pengembang atau 56,75 persen menyatakan bahwa dana internal perusahaan masih menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial. Sementara sebanyak 76,42 persen konsumen menyatakan bahwa fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama dalam melakukan transaksi pembelian properti residensial.

 

bud/E-10

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment