Pertemuan Pertama yang Mengesankan | Koran Jakarta
Koran Jakarta | August 11 2020
No Comments

Pertemuan Pertama yang Mengesankan

Pertemuan Pertama yang Mengesankan
A   A   A   Pengaturan Font

Pertanyaan:

Bu Rossa, saya baru dipin­dahkan ke bagian marketing dimana tugas saya banyak di luar menemui orang-orang baru untuk membangun network. Saya belum banyak pengalaman dan sering mera­sa kurang percaya diri. Mohon tips-tipsnya Bu.

Jawaban:

Kesan pertama yang me­narik memang penting un­tuk membangun hubungan dengan orang lain yang baru anda temui. Terlebih dalam hubungan bisnis. Pertemuan pertama yang mengesankan akan memudahkan jalan anda untuk meraih keuntungan.

Jika kesan pertama sudah ti­dak bagus, tipis kemungkinan hubungan bisnis akan berlan­jut ke arah yang lebih meng­untungkan. Karena itu ada be­berapa aturan dalam memulai hubungan bisnis. Pada intinya semua aturan ini membimb­ing anda untuk menjadi orang yang mengesankan pada per­jumpaan pertama :

Busana

Berpakaian dengan baik me­rupakan kunci pertama untuk menjadi orang yang mengesan­kan. Meski belakangan ini selera berpakaian pelaku bisnis sudah mulai bergeser ke gaya casual, namun anda tetap perlu mem­pertimbangkan pilihan busana yang akan anda gunakan. Pili­hlah busana yang pantas de­ngan waktu dan tempat dimana anda akan menemui seseorang atau menghadiri acara terten­tu. Pastikan bahwa busana yang anda pilih dalam keadaan ber­sih, rapih, dan sesuai dengan pribadi anda.

Pembicaraan

Gunakan tata bahasa yang baik ketika berbicara. Hindari berbicara dengan bahasa pre­man. Bahasa preman yang kelewat gaul menimbulkan kesan pertama yang kurang baik. Jangan menggunakan kata ‘elu gue’ kepada orang yang baru anda kenal. Kemu­dian fokuskan pembicara­an dengan suara yang jelas. Berbasa-basi boleh aja asal ja­ngan kebanyakan. Sesuaikan pembicaraan dengan maksud pertemuan. Jangan biarkan pembicaraan anda melantur kesana kemari. Hindari juga pembicaraan sensitif yang ber­bau sara, politik, dsb.

Jadi pendengar yang baik

Selain berbicara dengan baik, anda juga dituntut untuk bisa menjadi pendengar yang baik. Saat ia bicara, pastikan anda memahami apa yang di­katakannya. Jangan ragu untuk memberi tanggapan seputar pembicaraannya. Tetapi ja­ngan menyela pembicaraan­nya saat ia tengah berbicara dengan semangat. Gunakan waktu yang tepat untuk me­nanggapi pembicaraannya.

Bahasa tubuh

Bahasa tubuh yang baik menunjang kesuksesan anda. Antara lain lakukan kontak mata dengan lawan bicara. Kontak mata yang terfokus mengesankan bahwa anda ‘care’ terhadap lawan bicara. Jangan terlalu sering meng­alihkan pandangan mata ke­sana kemari. Ini menandakan anda sedang gelisah dan tidak tertarik pada pembicaraannya. Jangan bertopang dagu dan jangan terlalu sering mengge­rakkan tangan. Gerakkan ta­ngan yang anda lakukan hanya untuk memperjelas ucapan anda. Jika bicara dalam po­sisi duduk, duduklah dengan nyaman tetapi jangan kelewat santai dengan bersandar kursi hingga terlihat setengah tidur. Duduklah dengan punggung yang tegak, tetapi tidak kaku.

Sebut namanya

Kalau bisa, sebut nama re­lasi baru anda sesering mung­kin. Dengan menyebut nama­nya pada pertemuan pertama, menunjukkan bahwa anda menghargai dan tidak me­lupakan namanya. Cara ini membantu anda untuk me­lakukan pendekatan pribadi dengannya. Lagipula dengan menyebut namanya pada se­tiap pembicaraan, menunjuk­kan bahwa anda menaruh per­hatian pada pertemuan ini.

Tersenyum

Sesekali tersenyumlah agar wajah anda tidak tegang. Tapi jangan tersenyum terlalu lebar. Dengan senyum selain anda akan lebih enak dipandang, anda pun akan lebih rileks ber­bicara.

Jabat tangan

Di awal dan di akhir per­temuan ulurkan jabatan ta­ngan yang paling hangat. Ja­ngan terlalu kuat atau terlalu lemah. Berikanlah kesan ter­baik saat anda baru bertemu dan saat ingin berpisah de­ngannya.

Kesan pertama yang baik di awal pertemuan akan memu­luskan pertemuan berikutnya.

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment