Koran Jakarta | November 12 2019
No Comments
Sektor Energi

Pertamina Tingkatkan BBN Ramah Lingkungan

Pertamina Tingkatkan BBN Ramah Lingkungan

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) siap menggenjot pe­ngembangan Bahan Bakar Na­bati (BBN) yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional sekaligus men­dukung energi hijau untuk me­wujudkan Indonesia sehat. Pe­ngembangan BBN, sekaligus mendukung program bauran energi terbarukan yang ditar­getkan pemerintah sebesar 23 persen pada tahun 2025.

Direktur Pengolahan Perta­mina Budi Santoso Syarif me­ngatakan, Pertamina terus melakukan terobosan me­ngembangkan energi terbaru­kan dengan Program B20 yang akan dilanjutkan dengan B30 di tahun 2020.

“Sejak tahun 2016, Perta­mina telah memproduksi Ba­han Bakar Nabati B20 baik untuk PSO maupun Non-PSO yang dikembangkan secara luas sejalan dengan mandatori perluasan B20 oleh Pemerintah pada 1 September 2019,” ujar Budi di Jakarta, Kamis (7/11).

Menurut Budi, sejak tahun 2016 hingga September 2019, Pertamina telah mendistri­busikan B20 sebanyak 61,48 juta KL dengan total FAME yang diserap mencapai 13,71 juta KL. Tahun 2018 penyerap­an FAME mencapai 3,2 juta KL, sementara hingga September 2019 penyerapan FAME telah mencapai 4,02 juta KL atau 67 persen dari target penyaluran tahun 2019.

“Sejalan dengan program perluasan penggunaan B20, penyerapan FAME dalam 2 tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Perta­mina terus memperluas pa­sokan B20 tidak hanya untuk kendaraan bermotor tetapi juga untuk kebutuhan indus­tri,” terang Budi.

Program B20, lanjut Budi, telah membantu penghematan devisa di mana tahun 2018 ter­catat 28,4 Triliun Rupiah dan tahun ini ditargetkan menca­pai 3 miliar dollar AS.

Menurut Budi, setelah sukses dengan B20, tahun depan akan mulai diujicoba untuk program B30 sesuai dengan kebijakan Pemerin­tah. “Pertamina mendukung penuh Program Pemerintah untuk menerapkan B30 yang akan dijalankan mulai Januari 2020,” imbuh Budi.

Pertamina, tambah Budi, juga telah melakukan uji coba Biorefinery pertama di In­donesia melalui metode Co- Processing pada kilang Dumai dan Plaju. Keberhasilan dalam ujicoba penerapan teknologi ini, menjadikan Pertamina siap mengembangkan bahan bakar nabati dengan bahan baku CPO. Pertamina juga siap mengadopsi teknologi Stand­alone untuk pengolahan CPO menjadi bahan bakar nabati.

“Program Green Refinery ini ditargetkan tuntas pada ta­hun 2024, sehingga kita akan memasuki era baru menuju In­donesia hijau,” pungkas Budi.

suh/E-12

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment