Koran Jakarta | September 15 2019
No Comments
Peringatan Harkitnas

Persatuan Modal Awal Kebangkitan Bangsa

Persatuan Modal Awal Kebangkitan Bangsa

Foto : ANTARA FOTO /Hafidz Mubarak A
A   A   A   Pengaturan Font

Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menekankan pentingnya rasa persatuan. Menurut dia, karena rasa persatuan itulah kesadaran akan nasionalme muncul. Itu yang jadi modal awal kebangkitan. Dan itu pula yang jadi bahan bakar utama kemerdekaan Indonesia. “Bersatu adalah kata kunci ketika ingin mencapai sebuah cita-cita yang sangat mulia. Lalu pada saat yang sama tantangan yang menghadang di depan kita pada saat itu,” kata Tjahjo, dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Jakarta, Senin (21/5).

Saat ini, setelah sekian lama merdeka, kata Tjahjo, bangsa Indonesia bisa dikatakan punya segalanya. Indonesia memiliki sumber daya alam, begitu juga sumberdaya manusia. Banyak inovasi serta kreativitas yang dihasilkan anak bangsa. Ia berharap, semangat persatuan serta nasionalime yang di gelorakan para tokoh satu abad yang lalu tetap dirawat. Jadi inspirasi. Dan jadi spirit. Berbuat dan bertindak demi bangsa dan negara.

Sekecil apapun itu. “Sudah seharusnya kita terinspirasi dengan kondisi embrio bangsa seabad lalu yang berada dalam perundungan kepatahan, telah mampu menghasilkan sebuah energi yang dahsyat untuk membawa sebuah kejayaan bagi negara,” katanya. Apalagi kata dia, ketika itu bangsa Indonesia tidak seperti sekarang.

Dulu, sumberdaya manusia sangat minim dan terbatas. Tapi mampu menggelorakan spirit yang membuat nasionalime menggeliat. Semua merasa harus berjuang demi satu cita-cita besar. Mendirikan sebuah bangsa yang merdeka. Berdaulat dengan kaki sendiri. Kini cita-cita untuk bangkit jadi bangsa yang besar, terus dilanjutkan. Di era Pemerintahan Jokowi dengan Nawacita, ketertinggalan terus dikejar. Ini semata untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.

“Nawa cita Bapak Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, punya visi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan. Dan pada awal tahun ini visi tersebut mendapat penekanan melalui amanat bapak presiden yang menyatakan pemerintah akan meningkatkan kualitas SDM dan melanjutkan pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pada tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Tjahjo yakin dengan membangun manusia yang terampil dan terdidik, bangsa ini bisa bangkit. Punya daya saing dan tak kalah dengan negara lain. Karena itu tema hari kebangkitan nasional kali ini titik tekannya adalah pembangunan SDM. Karena itu adalah fondasi. Terutama di era digital sekarang ini. “Peringatan kebangkitan nasional 20 Mei tahun ini harus dimaknai dengan upaya penyegaran setiap masyarakat Indonesia untuk mengembangkan diri dan mengembangkan peluang kapasitas diri kita yang dibuka oleh berbagai pihak,” ujarnya. Tapi kata Tjahjo, pengembangan SDM juga harus diletakkan dalam konteks pemerataan. Atau dalam pengertian kewilayahan. ags/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment