Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments
Suksesi Inggris

Persaingan Calon PM Masuki Fase Krusial

Persaingan Calon PM Masuki Fase Krusial

Foto : ISTIMEWA
A   A   A   Pengaturan Font

LONDON- Enam tokoh Konservatif yang bersaing mendapatkan kursi pengganti perdana menteri Inggris kem­bali berhadapan di putaran ke­dua pemungutan suara pada hari Selasa (18/6).

Sebanyak 313 anggota par­lemen dari masing-masing partai dapat mengambil bagi­an voting rahasia dalam kon­testasi menggantikan pemim­pin yang mundur, Theresa May. Putaran kedua dijadwal­kan untuk mengurangi kandi­dar menjadi dua finalis yang a­kan menghadapi 160.000 ang­gota partai grassroots.

Boris Johnson, mantan men­teri luar negeri dan juru kampa­nye Brexit yang terkemuka, se­belumnya absen dari pemilihan putaran pertama minggu lalu, namun ia tetap memenangkan dukungan 114 anggota parle­men - lebih dari dua kali jumlah suara yang dimenangkan oleh penantang lainnya.

Hasil dari pertempuran ke­pemimpinan dapat menentu­kan dalam kondisi apa Inggris meninggalkan Uni Eropa. Saat ini dijadwalkan untuk heng­kang dari Uni Eropa pada 31 Oktober.

Johnson mengatakan dia a­kan membawa Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober tanpa kesepakatan resmi. Sementara penentang dari “no-deal” mengatakan itu akan menyebabkan kekacauan ekonomi karena Inggris putus dengan mitra dagang utama­nya.

Setiap kandidat yang gagal memenangkan dukungan dari setidaknya 33 anggota parle­men akan gugur. Hasil suara tersebut akan diumumkan pa­da Selasa petang sekitar pukul 18:00 (1700 GMT) waktu se­tempat.

Dua jam kemudian, kandi­dat yang tersisa akan bertem­pur dalam debat televisi yang ditayangkan BBC, setelah de­bat sebelumnya pada hari Minggu dilewati Johnson.

Kemudian jika diperlukan, putaran pemungutan suara berikutnya dijadwalkan kem­bali untuk Rabu-Kamis, 19 dan 20 Juni 2019.

Selanjutnya 160.000 anggota partai grassroots akan memilih calon dalam pos pemungut­an suara. Kandidat yang akan menjadi perdana menteri Ing­gris berikutnya akan diumum­kan pada 22 Juli 2019.

Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt menempati posisi kedua dalam pemungutan suara pe­kan lalu, pada 43 suara, dengan menteri lingkungan Michael Gove pada 37, garis keras Brex­it Dominic Raab pada 27, men­teri dalam negeri Sajid Javid pada 23 dan Sekretaris Pem­bangunan Internasional Rory Stewart pada 19.

Setelah pemungutan suara pertama kemudian ada bebe­rapa kandidat yang gugur, di­perkirakan ada 50 suara yang diperebutkan ke empat pesa­ing lainnya.

Salah satunya, Stewart, orang luar yang tidak konven­sional, telah memenangkan pujian atas penampilannya da­lam debat di program Channel 4 dan atas kampanyenya yang kuat di media sosial, menjang­kau pemilih tengah dari ber­bagai pihak. “Johnson tidak se­jauh yang saya bisa lihat, ia pu­nya rencana, untuk berurusan dengan Brexit,” kata Stewart memperingatkan pada Senin (17/6).

Machismo

Debat dengan durasi 90 me­nit di Channel 4 hanya me­nampilkan lima kandidat yang tersisa dan podium kosong un­tuk Johnson.

Dalam debat yang kadang-kadang tidak baik, empat dari lima kandidat mengatakan me­reka akan berusaha untuk me­negosiasikan kembali rancang­an kesepakatan perpisahan Br­exit yang disepakati dengan Brussels meskipun para pe­mimpin Uni Eropa telah ber­ulang kali mengesampingkan hal ini.

Tetapi Stewart, mengatakan dia akan terus maju dengan perjanjian saat ini meskipun telah ditolak oleh parlemen ti­ga kali tahun ini dalam proses yang telah memaksa Perdana Menteri saat ini, Theresa May.

Dia berulang kali menan­tang yang lain untuk merin­ci rencana Brexit mereka sen­diri dan menuduh mereka “machismo”, sehingga menda­pat tepuk tangan meriah dari penonton studio atas komen­tarnya.  AFP/ang/AR-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment