Perpustakaan DPR RI Merindukan Suasana Ramai | Koran Jakarta
Koran Jakarta | January 21 2020
No Comments

Perpustakaan DPR RI Merindukan Suasana Ramai

Perpustakaan DPR RI Merindukan Suasana Ramai

Foto : KORAN JAKARTA/GADIS SAKTIKA
SEPI PENGUNJUNG | Lantai 2 Perpustakaan DPR RI yang sudah direnovasi terasa sepi. Foto diambil Jumat (6/12).
A   A   A   Pengaturan Font

Di lantai satu Perpusta­kaan Dewan Perwaki­lan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang baru direnovasi, Gesuriana (56) menyandarkan tubuhnya pada kursi hijau. Ia menunggu itu diresmikan, agar kelak ramai didatangi orang.

Banyak yang tidak tahu bahwa perpustakaan yang telah ada sejak 68 tahun lalu itu sudah direnovasi. Nyaman adalah kata pertama yang diucapkan Gesuriana, saat disinggung soal suasana baru di tempatnya bekerja. “Dulu tidak seperti ini,” ujar Staf Administrasi Perpustakaan DPR RI itu kepada Koran Ja­karta di Perpustakaan DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (6/12).

Hari peresmian semakin dekat. Ia tak sabar menunggu pengunjung takjub dengan segala hal yang diperbaharui dan menunggu orang-orang kembali datang membaca buku referensi.

Gesuriana mengantar dan memberi gambaran sedikit mengenai keadaan bangu­nan kepada Koran Jakarta. Namun ia masih malu-malu. “Coba temui pustakawan yang berada di ruang rapat lantai dua,” ungkapnya. Kemudian, ia kembali ke lantai satu, menuju kursi hijau itu.

Menunggu di lantai dua bukanlah persoalan yang sulit, banyak kursi yang tertata rapi dan buku tersebar di sekitar ruangan. Sampailah pus­takawan keluar dari ruang rap­at. Lalu dihampiri Pustakawan Mustika Wati dan Qatriatna Widiasti. Secara sukarela, me­reka memberitahu informasi tentang bangunan tersebut.

Sejarah Perpustakaan DPR RI. Mulai berdiri sejalan de­ngan sejarah Parlemen (Volk­sroad) di Indonesia, tepatnya saat Indonesia masih berben­tuk Negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Perpustakaan tersebut telah berpindah se­lama tujuh kali. Saat ini, di seberang Gedung Mekanik, yang dihimpit Bank Negara Indonesia (BNI) dan kantor Bidang Arsip dan Museum, pengunjung dapat menemu­kan bangunan tersebut.

Perpustakaan ini memi­liki tiga lantai. Lantai satu terdapat meja administrasi, kursi yang tertata rapi, koleksi koran, majalah, dan sebuah kutipan “Pengetahuan tanpa tindakan adalah sia-sia, dan tindakan tanpa pengetahuan adalah kegilaan (Abu Hamid al Ghazali)”.

Menaiki satu tangga berikutnya menjadi jalan menuju lantai dua. Peman­dangan koleksi buku yang tak bisa dibilang sedikit dapat ditemukan di sana. Koleksinya memuat buku ilmu hukum, politik, ekonomi, administrasi, pengetahuan alam, sastra, kamus, buku terbitan DPR RI, novel, jurnal, lembaran negara, risalah rapat legislasi, dan Staatblad atau lembaran negara zaman Volksraad.

Berbicara pengunjung, karyawan Sekretariat Jenderal (Sekjen) DPR RI, peneliti dari Pusat Penelitian DPR RI, tenaga ahli anggota DPR RI, dan mahasiswa menjadi yang paling sering berkunjung. Adapun untuk anggota DPR RI, bisa terbilang jarang. gadis saktika

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment