Perpres Wakil Mendikbud dan Wakil Panglima TNI Sudah Diteken | Koran Jakarta
Koran Jakarta | December 9 2019
No Comments
Pembantu Presiden I Belum Ada Penambahan Wakil Menteri

Perpres Wakil Mendikbud dan Wakil Panglima TNI Sudah Diteken

Perpres Wakil Mendikbud dan Wakil Panglima TNI Sudah Diteken

Foto : ANTARA/WAHYU PUTRO A
A   A   A   Pengaturan Font
Pertimbangan Presiden untuk menambah wakil menteri karena kebutuhan masing-masing kementerian.

 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan belum ada penambahan wakil men­teri baru selain wakil menteri pendidikan dan kebudayaan serta wakil panglima TNI.

“Belum,” ujar Jokowi saat ditanya perihal penambahan wakil menteri baru, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ka­libata, Jakarta Selatan, Minggu (10/11).

Hal senada disampaikan Juru Bicara Presiden, Fad­jroel Rachman. Fadjroel mengatakan sampai saat ini, Presiden Jokowi baru meneken dua Peraturan Presiden (Per­pres) tentang wakil menteri, yakni Perpres Nomor 66 Ta­hun 2019 terkait jabatan Wakil Panglima TNI dan Perpres Nomor 72 Tahun 2019 terkait jabatan Wakil Menteri Pendi­dikan dan Kebudayaan.

“Yang baru ada Perpresnya kan baru Kemendikbud ya. Sempat dibicarakan Perpres Nomor 66 kalau enggak salah tahun 2019, soal wakil pangli­ma TNI,” ujar Fadjroel, di TMP Kalibata.

Selain jabatan wakil menteri pendidikan dan kebudayaan, dan wakil panglima TNI, Presiden Jokowi belum ada mem­bicarakan wakil menteri yang lainnya.

“Jadi, di luar itu seperti Pak Jokowi tadi katakan, belum dibicarakan. Jadi yang sudah terbit akan kami proses se­cepatnya, dalam proses. Dua, ada Kemendikbud dan wakil panglima TNI,” lanjut Fadjroel.

Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2019 yang mengatur tentang Ke­menterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Perpres ini ditandatangani Jokowi pada 24 Oktober 2019. Dalam perpres tersebut, ter­dapat pasal yang menjelas­kan tanggung jawab serta tu­gas wakil menteri (wamen) dalam membantu menteri untuk menjalankan tugas di Kemendikbud.

Sementara itu, penambah­an jabatan wakil panglima TNI oleh Jokowi tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia.

Ia enggan mengomentari kemungkinan wamendikbud bakal berasal dari golongan Muhammadiyah. Ia juga mem­bantah jabatan tambahan tersebut diadakan untuk bagi-ba­gi jabatan kepada pendukung pemerintah. “Jadi nanti tidak dilihat pada siapa, berasal dari mana. Mudah-mudahan yang dipilih adalah yang terbaik, percayalah,” ujarnya.

Ia memastikan, pertimbangan Presiden untuk menambah wakil menteri tersebut karena kebutuhan masing-masing ke­menterian. “Semuanya pasti menunjuk pada tugas khusus atau prioritas,” ujarnya.

Enam Lagi

Tetapi sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan Presiden akan menambah enam wakil men­teri lagi. Namun, Moeldoko belum menyebut menteri apa saja yang bakal punya wakil.

“Ada enam lagi rencana sih. Rencana. Tapi belum saya pas­tikan,” kata Moeldoko di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (9/11).

Dia mengatakan kemung­kinan penambahan enam wakil menteri itu merupakan pengembangan. Saat ini, sosok wamennya sedang dicari. “Un­tuk itu, untuk wamen sedang dicari sih,” tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi su­dah memiliki 12 wamen yang dilantik pada Jumat (25/10). Mereka adalah Wakil Menteri Luar Negeri: Mahendra Siregar, Wakil Menteri Pertahanan: Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Agama: Zainut Tauhid, Wakil Menteri Keuangan: Sua­hasil Nazara, Wakil Menteri PUPR: John Wempi Wetipo,

Wakil Menteri LHK: Alue Dohong, Wakil Menteri Perda­gangan: Jerry Sambuaga, Wakil Menteri Desa PDTT: Budi Arie Setiadi, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang: Surya Tjan­dra, Wakil Menteri BUMN: Budi Sadikin, Wakil Menteri BUMN: Kartika Wirjoatmojo, dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Angela Tanoesoedibjo. fdl/P-4

Klik untuk print artikel
No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment