Koran Jakarta | October 21 2019
No Comments
Penanganan Kerusuhan - Warga Diajak Merajut Kembali Kebersamaan

Permukiman Korban Kerusuhan Wamena Segera Dibangun

Permukiman Korban Kerusuhan Wamena Segera Dibangun

Foto : istimewa
A   A   A   Pengaturan Font

Semua pihak dengan kapasitas masing-masing diharapkan dapat membantu mengatasi keruhan di Wamena agar tidak terulang di masa mendatang.

JAYAPURA - Gubernur Papua, Lukas Enembe me­negaskan segera membangun permukiman sementara bagi korban kerusuhan Wamena. Pengerjaan pembangunannya akan dilakukan TNI sehingga para korban dapat segera me­nempati rumah atau ruko milik mereka.

“Pemprov Papua dalam APBD perubahan sudah men­ganggarkan 8 miliar rupiah untuk membantu para korban kerusuhan, termasuk untuk membangun permukiman se­mentara,” kata Gubernur En­embe menjawab pertanyaan wartawan, seusai menghadiri peluncuran pilkada serentak, di Jayapura, Selasa (8/10).

Tahap awal yang dibangun hanya dari kayu agar para pe­ngungsi mau kembali ke tem­pat tinggal mereka yang dirusak pendemo pada Senin (23/9). Dalam setiap kesempatan Lu­kas Enembe selalu meminta agar para pengungsi kembali ke Wamena dan bersama-sama membangun wilayah itu.

Gubernur mengaku ka­wasan itu sudah relatif aman. Aktivitas masyarakat berang­sur normal kembali sehingga pengungsi yang berada di luar pengungsian dapat kembali ke Wamena. Demo yang ber­akhir rusuh di Wamena me­nyebabkan 33 orang mening­gal, 76 orang luka-luka, dan 1.000 lebih bangunan serta kendaraan dibakar dan diru­sak pendemo.

Rajut Kerukunan

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keaman­an, Wiranto mengajak semua warga Wamena untuk mera­jut kembali kebersamaan dan persaudaraan serta kerukunan di daerah itu. Warga diminta untuk segera memulihkan kembali bangunan kerukunan, sementara pemerintah akan memulihkan bangunan fisik.

“Sebagai hamba Tuhan, mari kita kubur kebencian. Kita bangun kembali persaudaraan. Kita kumpul di sini untuk mengajak, mari kita merajut kebersamaan, persaudaraan kita, dan membangun keruku­nan,” kata Wiranto, di hadapan warga yang mengungsi di hala­man Kodim 1702/Jayawijaya di Wamena, Selasa (8/10).

Menko Polhukam tiba di Wamena bersama sejumlah pejabat, antara lain Menteri Sosial Agus Gumiwang Kar­tasasmita, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Kehadiran rom­bongan tersebut untuk melihat langsung kondisi warga dan pemulihan pascakerusuhan yang terjadi di Kota Wamena pada 23 September lalu.

Pada kesempatan itu, Wiran­to menyampaikan kembali pe­san Presiden Joko Widodo agar masyarakat tidak eksodus ke­luar Wamena. Begitu juga bagi yang sudah meninggalkan Wa­mena, diharapkan untuk bisa kembali ke kota di pegunungan tengah Papua itu.

Wiranto mendengarkan suara perwakilan warga baik dari Jawa, Sulawesi, dan Batak. Mereka menginginkan agar bisa tetap di Wamena karena Wamena telah menjadi kam­pung halaman mereka se­bab mereka lahir, besar, dan berkeluarga hingga mencari penghidupan di Wamena.

Di saat yang sama, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kar­tasasmita menyerahkan ban­tuan untuk korban kerusuhan di Wamena dan pengungsi di Jayapura senilai 4,7 miliar ru­piah secara simbolis yang di­terima oleh Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua.

Sementara itu, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab menegaskan pemerintah ber­sama aparat TNI dan Polri kini fokus untuk memulihkan situasi di Wamena. Ini dilaku­kan agar aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, peme­rintahan, dan lainnya bisa ber­jalan normal kembali.

“Sekarang tidak ada lagi ek­sodus pengungsi dari Wamena. Yang ada, bagaimana kita sece­patnya memulihkan situasi di Kota Wamena agar semua sek­tor bisa kembali bergerak,” kata Mayjen Asaribab.

eko/Ant/N-3

No comments for this article. Be the first to comment to this article.

Submit a Comment